Insiden di Mappi Sempat Viral, TNI dan Polri Pastikan Situasi Kondusif

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 13 Februari 2026 | 07:47 WIB
Ilustrasi TKP Cekcok (Foto/Pixabay)
Ilustrasi TKP Cekcok (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Media sosial diramaikan dengan cekcok yang melibatkan anggota TNI dengan Polri di kawasan Keppi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Adapun cekcok dipicu akibat kesalahpahaman yang saat ini telah berhasil didamaikan.

Dikutip lewat unggahan video akun X @NenkMonica, cekcok diduga akibat seorang anggota Polri dari satuan Polairud Mappi yang memicu keributan ketika dalam kondisi minuman beralkohol.

“Seorang anggota Polri dari satuan Polairud Mappi diamankan setelah diduga memicu keributan dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol,” tulis narasi dalam akun tersebut.

Masih dari video tersebut, terlibat beberapa prajurit TNI berpakaian loreng mengerumuni beberapa anggota Polri. Sampai akhir video terlihat, ada juga prajurit TNI yang melerai untuk membantu mengevakuasi anggota Polri yang terluka.

Atas kejadian ini, Kapendam XXIV/Mandala Trikora, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menyatakan bahwa cekcok dipicu akibat salah paham yang terjadi di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Kamis (12/2/2026), 

“Telah diselesaikan secara damai. TNI dan Polri menegaskan bahwa sinergi antarinstansi tetap solid dan situasi keamanan di wilayah tersebut telah kembali kondusif,” tutur Iwan dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (12/2/2026).

Sementara untuk duduk perkara cekcok berawal dari aksi pengendara sepeda motor yang beberapa kali melakukan menggeber dengan knalpot bisingnya sambil melontarkan ucapan tidak pantas di sekitar area penjagaan Yonif sejak 6 hingga 11 Februari 2026.

Sampai pada 12 Februari 2026 dini hari, Prajurit TNI yang bersiaga dari Yonif mengambil langkah untuk mengamankan pemotor yang akhirnya diketahui merupakan anggota Polri dari satuan Polairud Polres Mappi.

“Pemeriksaan awal diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan oknum anggota Polairud Polres Mappi yang saat itu dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol,” jelas Iwan.

Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polres Mappi telah menggelar pertemuan dengan hasil sepakat untuk menyelesaikan permasalahan salah paham ini secara kekeluargaan. 

“Namun sekitar pukul 09.15 WIT, sekelompok massa sempat mendatangi area satuan dan melakukan pelemparan batu. Personel di lapangan melaksanakan pengamanan sesuai prosedur. Berkat koordinasi cepat kedua institusi, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman tanpa eskalasi lanjutan,” terangnya.

Iwan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan konflik institusional. Melainkan murni melibatkan oknum dan telah ditangani secara cepat serta bijak melalui komunikasi antara pimpinan kedua institusi. 

“Saat ini, aktivitas masyarakat di Kabupaten Mappi telah kembali berlangsung normal,” tuturnya.

Sementara itu, Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan komitmen TNI bersama Forkopimda dalam memberantas peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas. 

“Kami bersama Forkopimda berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran minuman keras ilegal yang menjadi salah satu pemicu gangguan kamtibmas. Ini bukan hanya tugas aparat. Tetapi tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua,” tegas Lucky.

“Ke depan, Kodam XXIV/Mandala Trikora bersama Polri akan terus menjaga sinergi, kedamaian, dan stabilitas keamanan demi kepentingan masyarakat luas,” imbuhnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: