Komisi I: Pengiriman TNI ke Gaza Wujud Komitmen Indonesia pada Perdamaian Dunia
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai, rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza adalah bagian komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Hal ini mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.
"Rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Langkah ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan diri, melainkan mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai," ujar Dave dalam keterangannya dikutip Jumat (13/2/2026).
Komisi I melihat kehadiran pasukan tersebut merupakan wujud amanat konstitusi dan tradisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, menjaga stabilitas global, dan meringankan penderitaan masyarakat sipil, dengan orientasi utama pada kontribusi nyata bagi perdamaian internasional serta solidaritas terhadap bangsa Palestina.
Menurut Dave, kehadiran TNI bukan untuk tempur, tetapi menjaga stabilitas, mengawasi gencatan senjata, serta mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak perang. Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi konstruktif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat internasional terhadap komitmen kita pada perdamaian.
"Komisi I DPR RI memandang pengiriman pasukan TNI ke Gaza sebagai wujud amanat konstitusi dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada perdamaian. Langkah ini harus dipersiapkan secara matang dari sisi diplomasi, logistik, dan perlindungan prajurit, serta dilakukan secara terukur sesuai mandat dan aturan keterlibatan yang jelas. Fokus utama adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar mendukung perdamaian, memberi manfaat nyata bagi rakyat Palestina, dan menjaga kredibilitas bangsa di mata dunia," ujar Dave.
Politikus Golkar ini berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia selalu berdiri di garis depan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan. Pemerintah juga penting untuk terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi ini berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di mata dunia.
"Dengan demikian, pengiriman pasukan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia. Komisi I DPR RI akan terus mengawal agar setiap langkah yang diambil pemerintah tetap berada dalam koridor diplomasi, hukum internasional, dan kepentingan nasional," katanya.
Diberitakan, belakangan ini jagat media sosial X sempat diramaikan dengan rencana Pemerintah Indonesia yang bakal mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bertugas di wilayah Gaza, Palestina.
Pengiriman ini dilakukan Indonesia sebagai tindak lanjut setelah bergabung dalam Board of Peace (BoP)/Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.
Namun, narasi yang berkembang menyebut bahwa prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) bakal terlibat dalam upaya demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas.
Atas beredarnya informasi tersebut, Beritanasional.com mencoba merangkum keterangan dari berbagai sumber terkait rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza.
Karo Informasi dan Hubungan Masyarakat Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa tujuan kehadiran prajurit TNI di Gaza adalah untuk mendukung stabilisasi dan misi kemanusiaan, yaitu pembangunan rekonstruksi dan pelayanan medis.
“Terkait pemberitaan tersebut, dapat kami tegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan/medis,” jelas Rico saat dihubungi, Kamis (12/2/2026).
Dengan demikian, Rico meluruskan informasi yang sempat ramai di media sosial terkait tugas prajurit TNI, yang disebut-sebut akan terlibat dalam demiliterisasi termasuk pelucutan senjata Hamas.
“Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia,” tuturnya.
“Indonesia hadir untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai,” sambungnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






