Prabowo Sebut Angka Kasus Keracunan MBG di Indonesia Lebih Rendah daripada Jepang dan Eropa

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar 28 ribu dari 4,5 miliar porsi makanan yang telah diberikan. Menurut Prabowo, data ini lebih rendah daripada program makan serupa di Jepang dan Eropa.

"Kita sudah menghasilkan sampai hari ini 4,5 miliar porsi makanan. Dan, kita masih ada kekurangan. Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut, dan sebagainya. Sebanyak 28 ribu dari 4,5 miliar," ujarnya saat peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri secara serentak di Polsek Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menjelaskan, kasus keracunan hanya 0,0006 persen. Jadi, tingkat keberhasilan MBG saat ini mencapai 99,999 persen. Karena itu, berdasarkan angka statistik, program MBG lebih baik daripada program serupa di Jepang dan Eropa.

"Itu kalau statistik ya, itu kan dibulatkan ke atas. Berarti apa? 99,999 itu berhasil itu! Iya kan. Di mana ada usaha manusia yang 100%? Ada, tapi tidak gampang dicapai," ujar Prabowo.

"Kita, saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi tapi saya dapat laporan bahwa apa pun kita punya statistik sampai hari ini, insyaallah kita pertahankan kalau bisa kita kurangi lagi ya kan. Tapi kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa. Ini saya baru dapat laporan dua hari yang lalu," tegasnya.

Namun, meski dengan keberhasilan tersebut, Prabowo tidak ingin sombong. Ia mengingatkan harus belajar dari ilmu padi.

"Jangan kita sombong, jangan kita bertantang-bertenteng ya. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu. Ya semakin berisi semakin menunduk, itu adalah ilmu padi nenek moyang kita. Itu adalah ilmu pendekar. Pendekar yang benar semakin kuat semakin rendah hati. Semakin dihujat, semakin difitnah, tegar! Tegar, senyum," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: