Polri Ungkap Teror KKB Jadi Tantangan Pembangunan SPPG di Papua
BeritaNasional.com - Polri tidak memungkiri teror dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Papua yang masuk kategori terluar, terdalam, dan tertinggal (3T).
"Ini (kelompok sipil bersenjata) menjadi salah satu aspek pertimbangan untuk membangun SPPG di wilayah 3T, khususnya di daerah Papua,” kata Kasatgas MBG Polri Irjen Nurworo Danang usai acara peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Karena faktor itu, Nurworo menyampaikan terkait daerah seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah masih minim terdapat SPPG untuk tempat pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG)
“Ini juga menjadi salah satu aspek pertimbangan, khususnya di daerah pegunungan, di daerah Papua Tengah," jelasnya.
Dengan begitu, Nurworo mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan survei dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendata wilayah 3T seperti di Papua yang memungkinkan untuk saat ini dibangun fasilitas SPPG.
Termasuk di wilayah pemekaran Papua terus dilakukan koordinasi dengan aparat setempat, pemerintah daerah, dan tokoh-tokoh masyarakat. Hal itu guna tersebarnya MBG sebagai bagian dari hak bagi masyarakat penerima manfaat.
"Sepanjang memungkinkan itu bisa dibangun SPPG, Polri akan berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil," tutur Nurworo.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan persiapan pembangunan SPPG Polri di daerah pemekaran masih dilakukan survei bersama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Secara khusus di Papua, Polri saat ini sedang melaksanakan survei bersama Badan Gizi Nasional untuk mencapai titik lokasi pembangunan SPPG di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah,” kata Sigit dalam sambutannya di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Sementara itu, SPPG Polri yang berada di wilayah 3T saat ini mencapai 33 SPPG dari total 1.179 SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun dalam tahap pembangunan.
“Hal ini dilakukan guna memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi dan memastikan bertambahnya akses masyarakat penerima manfaat terhadap makanan bergizi,” kata Sigit.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







