Prabowo Jawab Kritik Media Asing Gunakan TNI-Polri untuk Produksi Pangan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 13 Februari 2026 | 14:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik media asing terkait menggunakan TNI-Polri untuk program pangan. Prabowo justru membela peran TNI-Polri yang langsung terjun membantu ketahanan pangan.

"Memang ada yang kritik di media-media asing, 'Ini Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan.' Menurut mereka ini enggak sesuai dengan paham apa itu paham pasar bebas mereka itu ya. Emangnya ada pasar bebas? Iya kan. Dikritik," ujarnya ketika peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri secara serentak di Polsek Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menegaskan TNI dan Polri di Indonesia merupakan tentara dan polisi rakyat. Mereka adalah tentara dan polisi yang lahir dari rakyat.

"Ini tentara rakyat ini polisi rakyat saudara-saudara! Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara, penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi. Karena tentara dan polisi awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat," tegasnya.

Prabowo mengatakan tidak ada anak orang kaya yang mau jadi polisi. Terlebih polisi bukan pekerjaan yang mudah.

"Kalau orang kaya mana mau masuk tentara? Mana mau jadi polisi? Benar enggak? Suruh aja dia berdiri enggak usah lama-lama berdiri 1 jam aja di panas matahari sana ya. Hah? Apa itu karbon monoksida? Mungkin kalau polisi-polisi dicek paru-parunya sudah hitam semua itu. Benar enggak? Sebenarnya gue kasihan juga sama lo ini polisi-polisi ini," ujarnya.

"Coba dicek, saya enggak berani nanya Menteri Kesehatan, persentase polisi yang masalah paru-paru itu ya kan. Tapi mereka tidak mengeluh," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: