Kapan Imlek 2026? Menanti Pergantian Shio Ular dengan Kuda Api

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:42 WIB
Shio Kuda Api. (Foto/Istimewa)
Shio Kuda Api. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Kemeriahan Tahun Baru Imlek tinggal sedikit lagi. Bagi Anda yang sudah mulai merencanakan mudik atau sekadar berkumpul bersama keluarga, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa (17/2/2026).

Artinya, hanya tinggal menghitung hari, yaitu 3 hari lagi dari Sabtu (14/2/2026) sebelum masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan pergantian tahun lunar ini.

Melalui ketetapan pemerintah, Senin, 16 Februari 2026, resmi menjadi cuti bersama. Kabar baik ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati libur panjang (long weekend) selama empat hari, terhitung sejak Sabtu hingga Selasa, 17 Februari 2026.

Dari Ular ke Kuda: Apa Istimewanya Tahun Ini?

Tahun 2026 menandai berakhirnya kekuasaan Shio Ular dan dimulainya Tahun Kuda. Namun, ini bukan sekadar tahun kuda biasa. Berdasarkan siklus 60 tahunan kalender Tionghoa, tahun ini adalah tahun Kuda Api (Bing Wu) sebuah kombinasi langka yang menggabungkan elemen Api Yang dengan karakter kuda yang dinamis.

Dalam budaya Tiongkok, Kuda Api melambangkan:

  • Semangat dan Keberanian: Energi yang meluap-luap untuk mengejar target.
  • Kecepatan dan Kesuksesan: Sering dikaitkan dengan kemajuan pesat dalam karier.
  • Kemandirian: Momentum untuk mengambil keputusan besar secara mandiri.

Tak heran jika di berbagai perkantoran dan pusat perbelanjaan, dekorasi bertema kuda mulai bermunculan sebagai simbol harapan akan "kesuksesan yang luar biasa" dan momentum kerja yang proaktif.

Mengapa Imlek Selalu Berubah Tanggal?

Berbeda dengan kalender Masehi yang dimulai setiap 1 Januari, Imlek mengikuti kalender lunisolar (fase bulan). Itulah sebabnya Imlek selalu jatuh di rentang akhir Januari hingga pertengahan Februari.

Sejarahnya pun sangat unik, berawal dari legenda ribuan tahun lalu tentang pertempuran melawan monster bernama Nian. Penduduk desa zaman dahulu menemukan bahwa Nian takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara bising. Tradisi memasang lentera merah dan menyalakan petasan yang kita lihat sekarang adalah warisan dari cara nenek moyang "mengusir" nasib buruk tersebut.

Bagi masyarakat Tionghoa, momen ini adalah waktu untuk "penyucian diri". Tradisi membersihkan rumah sebelum hari H bukan hanya soal kebersihan fisik, melainkan simbol membuang sial untuk memberi ruang bagi keberuntungan baru.

Menariknya, di era modern ini, anak muda Tionghoa punya istilah unik untuk menggambarkan kerja keras mereka, yakni "niuma" (kuda-lembu). Di tahun Kuda Api ini, banyak yang berharap semangat "kuda" bisa mengubah lelahnya bekerja menjadi kesuksesan yang berlipat ganda.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: