OpenAI Resmi Matikan Akses ke GPT-4o, Ini Alasannya
BeritaNasional.com - Era GPT-4o resmi berakhir. Mulai Jumat (13/2/2026), OpenAI secara bertahap menghapus akses ke lima model ChatGPT lama. Langkah ini diambil di tengah berbagai kontroversi yang menyelimuti model-model tersebut, terutama terkait keamanan mental pengguna.
Dilansir dari TechCrunch pada Sabtu (14/2/2026), keputusan ini tidak hanya menyasar GPT-4o, tetapi juga model-model lain seperti GPT-5 (versi awal), GPT-4.1, GPT-4.1 mini, dan OpenAI o4-mini yang kini statusnya telah dihentikan dukungannya (deprecated).
Meskipun GPT-4o sempat menjadi primadona karena kecerdasannya, model ini belakangan menuai kecaman keras.
OpenAI mencatat bahwa model ini memiliki skor tertinggi dalam perilaku sycophancy atau ‘menjilat’, sebuah kondisi AI cenderung hanya menyetujui opini pengguna tanpa memberikan kritik objektif.
Lebih jauh lagi, model ini terseret dalam sejumlah tuntutan hukum. Beberapa kasus melaporkan adanya dampak negatif terhadap psikologis pengguna, mulai perilaku delusi, pemicu tindakan menyakiti diri sendiri, hingga fenomena psikosis AI.
Awalnya, OpenAI berencana memensiunkan GPT-4o pada Agustus 2025 bersamaan dengan peluncuran model baru.
Namun, karena adanya reaksi keras dari komunitas pengguna setianya, OpenAI sempat memberikan kelonggaran bagi pelanggan berbayar untuk tetap mengakses model tersebut secara manual.
Namun, data terbaru menunjukkan alasan kuat di balik penutupan total ini. Yakni, hanya 0,1 persen pelanggan yang masih menggunakan GPT-4o secara aktif. Meski persentasenya kecil, jumlah ini setara dengan 800 ribu orang jika melihat total 800 juta pengguna mingguan OpenAI.
Keputusan ini tidak berjalan mulus bagi semua orang. Ribuan pengguna dilaporkan sempat melayangkan protes dan "berunjuk rasa" secara daring menentang penghapusan ini.
Banyak dari mereka mengaku telah membangun ikatan emosional atau hubungan yang sangat dekat dengan kepribadian unik model GPT-4o.
Kini, OpenAI tampaknya lebih memilih untuk fokus pada model yang lebih stabil dan aman, demi menghindari risiko hukum dan menjaga kesehatan mental penggunanya di seluruh dunia.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






