Fenomena Warga Duduk Berjejer di Vihara Dharma Bakti Glodok, Berharap Dapat Angpao
BeritaNasional.com - Suasana perayaan tahun baru China atau Imlek selalu berhasil menghadirkan kemeriahan. Di tengah suasana perayaan, selalu hadir warga yang memenuhi area luar Vihara berharap mendapat angpao dari para jemaah.
Seperti pantauan Beritanasional.com pada Selasa (17/2/2026), fenomena warga yang menunggu pemberian angpao ini bisa dilihat di depan Vihara Dharma Bhakti, Glodok, Jakarta Barat (Jakbar) Selasa (17/2/2026).
Terlihat para warga duduk berjejer di pinggir jalan, mulai dari orang tua hingga anak-anak berkerumun meminta angpao kepada para jemaat. Semua berlangsung tertipu dengan, berkat penjagaan yang dilakukan petugas kemanan setempat.
“Pada minta angpao, kita disini jaga biar tetap kondusif,” tutur salah satu penjaga.
Meski begitu, tidak semua jemaat memberikan angpao kepada warga yang telah duduk berjejer. Karena, pemberian angpao hanya bersifat sukarela dan diberikan secara acak, ketika jemaat hendak meninggalkan Vihara.
Atas fenomena ini, Jube (40) salah satu jemaat yang ditemui merasa tidak masalah dengan kehadiran warga yang menanti pemberian angpao. Karena, itu merupakan bagian dari perayaan Imlek sebagai bentuk berbagi rezeki kepada sesama.
“Kalo saya sendiri sih nggak merasa sih. Nggak apa-apa buat bagi rezeki aja,” tutur Jube.
Menurutnya, tidak masalah selama para warga yang menunggu tidak memaksa saat meminta angpao kepada para jemaat. Karena budaya ini merupakan bagian dari warna perayaan Imlek.
“Malah menambah warna. Iya benar sekali itu. Saya sih, saya pribadi sendiri sih nggak masalah. Iya. Buat bagi rezeki aja buat mereka yang kurang mampu,” ucap dia.
Makna Berbagi Angpao
Secara terpisah, Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia, Suhu YM Maha Bhiksu Dutavira Stavira meluruskan pemahaman tentang budaya angpao atau memberi hadiah yang sangat kental saat perayaan Imlek.
“Intinya, kalau kita lihat dari budaya orang Tionghoa, ucapin Gong Xi itu mengharap orang lain beruntung. Nggak ada bilang "Gong Xi aku", nggak ada. Supaya aku yang beruntung, egois dong,” ucap Dutavira dikutip Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, budaya berbagi angpao dimaksudkan untuk mendoakan bagi penerima angpao sebuah keberuntungan.
“Itu budaya Tionghoa menganjurkan kita mempunyai motivasi dari roh kita ini mengharap orang-orang yang kita kenal, apalagi yang saudara, supaya lebih beruntung,” imbuhnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






