Melepas Burung Pipit, Simbol Buang Sial di Perayaan Imlek

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 17 Februari 2026 | 14:18 WIB
Melepas Burung Pipit, Simbol Buang Sial di Perayaan Imlek. (BeritaNasional/Bachtiar)
Melepas Burung Pipit, Simbol Buang Sial di Perayaan Imlek. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Suasana Vihara Dharma Baktisangat dipadati para jemaat yang sedang beribadah saat perayaan Imlek. Di tengah-tengah ibadah, sekelompok orang terlihat sibuk melepas sekeranjang burung Pipit di halaman Vihara, Selasa (17/2/2026).

Usut punya usut ternyata melepas burung Pipit merupakan bagian dari ibadah yang dinamai fangsheng. Dengan memaknai sebagai bagian dari membuang sial lewat melepaskan hewan dari sebuah sangkar untuk kembali bebas.

“Ini bagian dari doa kita untuk membuang sial, lewat cara lepas burung ini,” ujar Jube (40) yang ditemui usai melepas burung Pipit di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Jube bersama beberapa teman-temannya turut melepas burung Pipit yang dibelinya dari pedagang di sekitar area Vihara. Aktivitas itu dilakukan setelah dirinya selesai melangsungkan prosesi doa.

Ditemui secara terpisah salah satu pedagang burung yang enggan disebutkan namanya, mengaku menjual burung Pipit untuk memudahkan para jemaat yang hendak beribadah fangsheng.

“Pipit biasanya buat buang sial, atau mau cari kerja buat ini (burung pipit),” tuturnya.

Selain burung Pipit, dia juga menjual burung merpati sepasang yang bisa dimaknai untuk memudahkan untuk mencari jodoh. 

“Kalau burung merpati untuk cari jodoh,” sebutnya.

Adapun harga rata-rata burung yang dijual, mulai dari burung Pipit seharga Rp1.700/ekor dan untuk burung merpati dihargai Rp270.000/pasang. Setiap jemaat bebas membeli berapapun hewan untuk nantinya dilepaskan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: