Lonjakan Arus Balik Libur Imlek, Lalin ke Jakarta di MBZ Tembus 39.297 Kendaraan
BeritaNasional.com - Pergerakan kendaraan di Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) meningkat signifikan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Menurut Jasa Marga, pada H-1 Imlek atau 16 Februari 2026, volume kendaraan yang mengarah ke Jakarta tercatat mencapai 39.297 kendaraan.
GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, mengatakan jumlah tersebut meningkat 66,07 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 23.663 kendaraan.
“Pada H-1 Tahun Baru Imlek 2026, kendaraan menuju Jakarta mencapai 39.297 kendaraan atau meningkat 66,07 persen dibandingkan kondisi normal,” ujar Desti dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan tertinggi terjadi pada periode siang dan malam hari. Pada siang hari, volume kendaraan meningkat 94,66 persen, sementara pada malam hari kenaikan mencapai 121,23 persen dibandingkan lalu lintas normal.
“Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan kembali atau menuju Jakarta menjelang hari perayaan,” katanya.
Di sisi lain, arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 31.565 kendaraan melintas atau naik 42,61 persen dibandingkan volume normal sebesar 22.134 kendaraan.
“Kenaikan terjadi merata pada pagi, siang, maupun malam hari, dengan peningkatan tertinggi pada pagi hari sebesar 53,45 persen,” jelasnya.
Secara total, kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang Jalan Layang Mohamed Bin Zayed pada 16 Februari 2026 mencapai 70.862 kendaraan. Angka tersebut meningkat 54,73 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Desti menambahkan, peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan, pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan.
“Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kecukupan daya listrik dan bahan bakar minyak (BBM), serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan,” tuturnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







