BNPB Ungkap Anggaran Huntap Korban Bencana Naik karena Program Gentengisasi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 18 Februari 2026 | 18:34 WIB
BNPB Dorong Percepatan Huntap Tapanuli Utara. (Foto/BNPB)
BNPB Dorong Percepatan Huntap Tapanuli Utara. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkap bahwa anggaran per rumah untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana perlu dinaikkan. Hal ini terkait program Presiden Prabowo Subianto, yaitu gentengisasi.

Sehingga Huntap yang akan dibangun akan menggunakan atap genteng, bukan seng. "Jadi, kami dalam saran ke Kasatgas tadi menyampaikan, kalau pun akan dibangun dengan genteng, kami minta tambahan lagi karena untuk memasang genteng perlu penguatan kayu," ujar Suharyanto saat rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Bencana Sumatera DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Saat ini, rumah yang sedang dibangun oleh BNPB, seperti di Bireuen, Aceh, masih menggunakan seng.

Namun, jika menggunakan seng, anggaran per rumah tetap naik, tetapi BNPB tidak meminta tambahan anggaran. Hanya saja harganya akan dinaikkan menjadi Rp65–70 juta per rumah.

"Jadi, kami tidak minta tambahan anggaran lagi. Seandainya diizinkan dalam rapat ini untuk menggunakan genteng, mungkin Rp65 atau Rp70 juta, atau disesuaikan seperti yang disampaikan Bapak Menteri PKP, agar harganya seragam," jelas Suharyanto.

Akibat dari gentengisasi ini, rumah-rumah yang dibangun untuk korban bencana di daerah lain juga akan mengalami kenaikan biaya. Suharyanto khawatir hal ini akan membebani keuangan negara.

"Contohnya, rumah yang kami bangun di Sukabumi dan Lebak sekitar Rp60 juta. Jika nanti dinaikkan di sini, berarti standar ini akan berlaku untuk seluruh Indonesia. Kami khawatir hal ini memberatkan keuangan negara," jelas Suharyanto.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: