Tesla Terpaksa Ubah Istilah 'Autopilot', Imbas Ancaman Sanksi dari California

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:29 WIB
Autopilot atau Full Self-Driving (Supervised) Tesla (FSD Tesla). (BeritaNasional/Tesla)
Autopilot atau Full Self-Driving (Supervised) Tesla (FSD Tesla). (BeritaNasional/Tesla)

BeritaNasional.com - Perusahaan otomotif Amerika Serikat (AS), Tesla terpaksa mengubah nama fitur Autopilot mereka, agar bisa tetap menjual produk kendaraannya di California, AS, menyusul terjadinya beberapa kecelakaan lalu lintas akibat fitur self-driving pada jenama otomotif tersebut. 

Arena Ev pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat melaporkan, untuk menghindari hukuman berat, Tesla berhenti menggunakan "Autopilot" sebagai istilah pemasaran di California. Negara bagian California mengancam akan menghentikan Tesla dari bisnisnya di sana selama 30 hari, jika tidak tetap menggunakan istilah tersebut. 

DMV (Departemen Kendaraan Bermotor) pertama kali menyampaikan kekhawatirannya pada tahun 2023. Mereka merasa bahwa nama "Autopilot" dan "Full Self-Driving" menjanjikan lebih dari yang sebenarnya dapat dilakukan oleh mobil Tesla itu sendiri.

Ketika sebuah mobil memiliki fitur yang dinamakan "Autopilot," pengemudi mungkin tergoda untuk melihat ponsel mereka untuk berbagai keperluan, seperti main gim hingga menonton film atau bahkan yang lebih ekstremnya, mereka bakal tidur siang.

Tesla pun membagikan beberapa laporan keselamatan kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA). Laporan tersebut meneliti sekelompok kecil taksi robot Tesla selama bulan Desember 2025 dan Januari 2026.

Dalam laporan itu, mobil-mobil Tesla terlibat dalam lima kecelakaan. Ini mungkin terdengar tidak banyak, tetapi perhitungan menunjukkan cerita yang berbeda, mobil dengan self-driving ini mengalami kecelakaan empat kali lebih sering daripada pengemudi manusia rata-rata pada jarak yang sama.

Data menunjukkan bahwa mobil listrik terbaik pun masih membutuhkan sentuhan manusia, karena mengemudi adalah tugas rumit yang membutuhkan pemikiran cepat.

Oleh karena itu, Tesla terus meningkatkan perangkat lunaknya, tetapi nama-nama baru di California menjadi pengingat akan realitas.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: