Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia usai IPO SpaceX, Intip Jumlah Kekayaannya
BeritaNasional.com - Pengusaha teknologi asal Amerika Serikat (AS), Elon Musk kini telah menjadi triliuner pertama di dunia. Hal ini usai perusahaan Musk, SpaceX resmi ditawarkan ke publik atau IPO pada Jumat (12/6/2026), dengan valuasi sekitar 1,77 triliun dolar AS yang semakin menambah harta kekayaan bersih Musk sebelumnya sekitar 813 miliar dolar AS melampaui angka satu triliun dolar, menurut CBS News.
Melansir Forbes dan Associated Press dari PEOPLE pada Sabtu (13/6/2026), predikat baru Musk ini muncul setelah IPO SpaceX yang diperkirakan akan menetapkan harga saham sebesar 135 dolar AS per lembar.
Kabar IPO ini dibagikan SpaceX melalui unggahan di X yang kemudian dibagikan ulang oleh Musk
"Tim siap untuk peluncuran dengan harga $135 per saham untuk IPO SpaceX," tulis unggahan itu dengan menambahkan tautan yang menunjukkan bagaimana orang dapat membeli saham SpaceX itu.
IPO SpaceX ini menandai tonggak penting lainnya bagi Musk yang kekayaannya berkaitan erat dengan kesuksesan SpaceX.
Melansir Forbes, Musk memiliki sekitar 4,8 juta lembar saham SpaceX biasa, bersama dengan 350 juta lembar opsi saham. Kepemilikan tersebut diperkirakan bernilai 688 miliar dolar AS.
Jika jumlah saham SpaceX itu digabungkan dengan kepemilikannya di Tesla dan usaha lainnya, lonjakan valuasi SpaceX mendorong kekayaan bersih Musk melewati angka 1 triliun dolar AS.
IPO SpaceX ini juga menguntungkan mereka yang telah memiliki saham SpaceX sebelumnya. Dia adalah salah satu pegawai SpaceX, Trevor Hise (37). Ia lulus kuliah pada tahun 2011 dan memutuskan untuk bergabung dengan SpaceX yang saat itu masih menjadi startup yang kurang dikenal.
“Pada saat itu, ada anggapan kuat bahwa SpaceX adalah perusahaan rintisan yang belum terbukti dan tidak akan bertahan lama,” kata Hise kepada The New York Times yang menyampaikan kekhawatiran orang tuanya seputar rencana pasca-kuliahnya.
Sejak bekerja di sana, Hise akhirnya mengumpulkan lebih dari 100.000 saham selama 12 tahun masa kerjanya di perusahaan tersebut, sehingga kepemilikannya bernilai setidaknya 13,5 juta dolar AS.
Bahkan setelah perusahaan tersebut go public, Musk tetap mempertahankan kendali utama atas SpaceX. Kabarnya, ia tetap memegang sekitar 82,4 persen hak suara perusahaan melalui saham Kelas B dengan hak suara yang lebih tinggi sebagai CEO, kepala petugas teknis, dan ketua, seperti yang dilaporkan AP sebelumnya.
Selain itu, akuisisi perusahaan AI milik Musk, xAI, oleh SpaceX awal tahun ini juga telah menjadikannya salah satu dari beberapa perusahaan kecerdasan buatan besar yang diperkirakan akan melakukan IPO, sebagaimana laporan NPR .
Lebih dari itu, berdasarkan sumber tersebut, OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT dan Anthropic, serta model AI Claude juga telah mengajukan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sebagai persiapan untuk potensi IPO. Ketiga perusahaan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu penawaran publik terbesar pada tahun 2026.
BUDAYA | 17 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 18 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






