Kemhan Bantah Apel Komcad Berkaitan dengan Demo Mahasiswa Kemarin

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:24 WIB
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (Foto/Ist)
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah dugaan mobilisasi Komponen Cadangan (Komcad) aparatur sipil negara (ASN) bersamaan aksi demo mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan tidak ada kaitan antara apel Komcad dengan demo mahasiswa.

”Perlu kami tegaskan bahwa apel siaga Komcad ASN yang dilaksanakan kemarin merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan dan pembinaan rutin pascapelatihan bagi anggota Komponen Cadangan ASN,” kata Rico saat dihubungi pada Sabtu (13/6/2026).

Sebab, apel siaga Komcad ASN direncanakan sejak lama dalam sebuah rangkaian pendidikan Komcad yang mendasari Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). 

Semua bantahan itu bisa dibuktikan dengan tidak adanya personel Komcad di lapangan atau lokasi demo mahasiswa kemarin di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

”Faktanya, kemarin di lapangan, tidak ada personel Komcad ASN yang diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan aksi demonstrasi maupun tugas-tugas ketertiban umum yang menjadi kewenangan instansi lain sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Dugaan mobilisasi Komcad ini sempat disoroti Koalisi Masyarakat Sipil sebagaimana disampaikan lewat rilis tertulis Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur.

Menurut dia, adanya apel Komcad di tengah aksi mahasiswa bisa menimbulkan masalah serius mengenai arah dan tujuan penggunaan kekuatan. Dalam sistem pertahanan negara, Komcad dibentuk sebagai sumber daya untuk memperkuat komponen utama menghadapi ancaman pertahanan negara.

”Karena itu, penggunaan Komcad harus dilakukan secara hati-hati, proporsional, akuntabel, dan berdasarkan parameter ancaman yang jelas,” ujar Isnur.

Kendari demikian, terkait apel gelar pasukan yang dipimpin Polda Metro Jaya, dilaporkan total 6.088 personel gabungan dikerahkan yang terdiri atas 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel Polres Metro Jakarta Besar.

Mereka turut disebar beberapa titik seperti di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, kawasan Cikini Raya, serta beberapa ruas jalan yang berpotensi terdampak dari aksi demonstrasi mahasiswa hari ini.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: