Ponsel Dapat Pengaruhi Penurunan Angka Kelahiran, iPhone jadi Salah Satu Pemicu
BeritaNasional.com - Beberapa penelitian menemukan bahwa ponsel bisa berdampak buruk pada kesehatan. Menurut penelitian terbaru, smartphone mungkin dapat memengaruhi tingkat kelahiran anak. Penelitian yang dilakukan para ekonom di Middlebury College dan diterbitkan pada Juni 2026 oleh Biro Riset Ekonomi, berteori bahwa angka kelahiran Amerika Serikat (AS) yang "merosot tajam" sebagian besar dikaitkan dengan keberadaan iPhone.
Melansir PEOPLE pada Minggu (14/6/2026), hasil penelitian tersebut berteori bahwa keberadaan iPhone menyumbang sekitar 33-52 persen pada penurunan angka kesuburan di AS untuk kalangan wanita berusia 15-44 tahun.
Para peneliti Caitlin K. Myers dan Ezekiel Hooper telah meneliti pengguna iPhone dari tahun 2007-2011, ketika ponsel tersebut hanya dijual di AT&T.
"Secara keseluruhan, efek kelompok ini menyiratkan bahwa penyebaran iPhone memperdalam penurunan angka kelahiran di kalangan wanita di bawah 30 tahun sekaligus menekan peningkatan angka kelahiran di kalangan wanita yang lebih tua," demikian bunyi makalah kerja tersebut.
Penelitian ini juga mengutip data yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam sebuah studi baru pada April 2026, yang menunjukkan bahwa penurunan angka kelahiran dapat dikaitkan dengan terciptanya dan meningkatnya penggunaan smartphone.
Meskipun tanggal pasti pembuatan ponsel pintar masih banyak diperdebatkan, iPhone diperkenalkan pada Januari 2007.
Berdasarkan dara CDC, angka kelahiran mulai menurun pada tahun 2007, dan dari tahun 2007-2025, angka kelahiran untuk wanita usia 15–44 tahun telah menurun sebesar 23 persen. Terjadi penurunan sebesar 1 persen dari tahun 2024 dan sekitar 53 bayi lahir untuk setiap 1.000 wanita berusia 15–44 tahun.
Kemudian, penelitian terbaru juga berpendapat bahwa diperkenalkannya ponsel pintar menyebabkan penurunan interaksi tatap muka, menyebabkan orang melakukan hubungan seks lebih jarang, dan memicu peningkatan penggunaan pornografi.
Myers mengatakan dalam CBS News, penurunan tersebut tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada iPhone, tetapi menjadi faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan.
"Dalam jangka waktu singkat ini, hal itu dapat menjelaskan sekitar sepertiga hingga setengah dari penurunan tersebut," kata Myers.
"Sekarang, masih ada sekitar setengah hingga dua pertiga yang belum dapat dijelaskan," imbuhnya.
Di sisi lain, menurut data yang dikumpulkan Credit Karma, dipercaya pula bahwa penurunan angka kelahiran dapat dikaitkan dengan tekanan finansial dalam memiliki anak. Baik di kalangan Generasi Z maupun millenial, 61 persen orang mengatakan bahwa keuangan memengaruhi keputusan mereka untuk mempertimbangkan, membatasi, atau menunda memiliki anak.
Selain itu, tingkat kesuburan juga dipengaruhi oleh keputusan perempuan untuk memiliki anak di usia lanjut. Berdasarkan sebuah studi pada Juni 2025, berjudul "Tren Usia Rata-Rata Ibu di Amerika Serikat, 2016 hingga 2023", menemukan adanya peningkatan 12,6 persen untuk ibu yang pertama kali melahirkan pada usia 30-34 tahun dan peningkatan 25 persen untuk mereka yang berusia 35 tahun ke atas.
BUDAYA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







