Debut Roket Starship V3 Milik SpaceX: Sukses Lepas Landas, Booster Hilang saat Pulang

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi gedung dan tempat peluncuran misi SpaceX. (Foto/Dok SpaceX)
Ilustrasi gedung dan tempat peluncuran misi SpaceX. (Foto/Dok SpaceX)

BeritaNasional.com - SpaceX resmi meluncurkan roket Starship versi ketiga (V3) teranyar untuk pertama kalinya. 

Kendati uji coba terbang perdana ini tidak berjalan mulus 100 persen, peluncuran ini menandai babak baru bagi perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk tersebut.

Roket setinggi 407 kaki (sekitar 124 meter) yang dinobatkan sebagai roket paling kuat yang pernah diciptakan manusia lepas landas dari pangkalan Starbase milik SpaceX di Texas pada Jumat (22/5/2026) pukul 17.30 waktu setempat. 

Hanya beberapa menit setelah mengangkasa, bagian atas roket berhasil memisahkan diri dari pendorong (booster) Super Heavy untuk melanjutkan perjalanan menuju luar angkasa.

Namun, kendala mulai muncul saat roket pendorong mencoba kembali ke Bumi. Berdasarkan skenario, booster tersebut dijadwalkan melakukan simulasi pendaratan di Teluk Meksiko. 

Sayangnya, mesin roket pendorong gagal menyala kembali secara normal untuk melakukan proses pengereman (burn) menuju titik kepulangan. 

Akibatnya, booster tersebut langsung jatuh terhempas ke air dan diperkirakan meledak.

Sukses Orbitkan Satelit meski Kehilangan Satu Mesin

Di sisi lain, wahana utama Starship sempat mengalami kendala teknis dengan kehilangan salah satu dari enam mesin Raptor-nya saat menanjak ke luar angkasa. 

Meski begitu, Starship tetap berhasil menuntaskan misi utamanya, yaitu meluncurkan 20 simulator satelit Starlink serta dua satelit Starlink modifikasi yang bertugas mendokumentasikan bagian luar roket.

Sekitar satu jam setelah lepas landas, Starship melakukan simulasi pendaratan di Samudra Hindia sebelum akhirnya terbalik dan meledak di udara sebuah akhir yang memang sudah diprediksi oleh tim SpaceX.

Bagi SpaceX, uji coba ini sangat krusial. Ini adalah pembuktian perdana di dunia nyata untuk perangkat keras Starship V3 yang telah dikembangkan selama berbulan-bulan sekaligus uji coba perdana bagi landasan peluncuran baru di Starbase yang pembangunannya memakan waktu bertahun-tahun.

Peluncuran ini bertepatan dengan momen historis SpaceX yang bersiap melantai di bursa saham. 

Dokumen pengajuan IPO (Initial Public Offering) perusahaan baru saja dipublikasikan minggu ini, dan SpaceX diperkirakan akan resmi terdaftar di Nasdaq pada pertengahan Juni mendatang.

Melalui IPO ini, SpaceX dibidik bakal meraup dana segar sekitar $75 miliar. Dana raksasa tersebut rencananya akan dialokasikan untuk:

  • Membiayai pengembangan teknologi luar angkasa lebih lanjut.
  • Menyokong ambisi besar Elon Musk di bidang kecerdasan buatan (AI).
  • Melunasi sebagian utang yang berkaitan dengan xAI dan platform media sosial X (dahulu Twitter).

Artinya, ini kemungkinan besar menjadi uji coba Starship terakhir yang berlangsung tanpa adanya intervensi atau reaksi langsung dari pasar saham.

SpaceX telah menggelontorkan waktu bertahun-tahun dan dana miliaran dolar demi menyempurnakan Starship. 

Roket raksasa ini memegang peran kunci dalam visi jangka panjang Musk untuk mewujudkan kehidupan manusia di multiplanet, termasuk misi NASA ke Bulan dan perjalanan masa depan menuju Mars.

Namun, untuk jangka pendek, tugas utama Starship V3 adalah mempercepat pengiriman satelit Starlink generasi terbaru yang lebih canggih ke orbit Bumi. 

Lini bisnis internet satelit Starlink sejauh ini merupakan satu-satunya sektor yang paling menghasilkan keuntungan bagi SpaceX.

Penerbangan kali ini merupakan yang pertama bagi Starship sejak Oktober 2025. Jadwal peluncuran Starship V3 sebenarnya sempat tertunda akibat insiden ledakan salah satu komponen booster saat pengujian pada November lalu. 

Selain itu, upaya peluncuran pada hari Kamis sebelumnya juga terpaksa dibatalkan karena adanya masalah pada pin hidrolik di lengan menara peluncuran yang sempat macet.

Versi anyar Starship V3 ini sudah dipersenjatai dengan mesin Raptor generasi ketiga yang menawarkan daya dorong jauh lebih besar, namun dengan struktur desain yang jauh lebih ringkas dan sederhana. 

Komponen booster barunya juga dirancang khusus agar bisa lepas landas lebih cepat dan lebih mudah "ditangkap" kembali oleh menara peluncuran saat pulang ke pangkalan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: