Kurangi Sampah Plastik, Peserta Pesparawi Nasional 2026 Wajib Bawa Tumbler Pribadi
BeritaNasional.com - Kementerian Agama (Kemenag) dan panitia lokal tak hanya menjadikan perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, sebagai ajang kompetisi seni suara dan spiritualitas, tapi juga menjadi gerakan nyata penyelamatan lingkungan melalui penerapan ekoteologi dan menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Dalam ajang ini, panitia mewajibkan seluruh peserta, ofisial, panitia, hingga tamu undangan untuk membawa dan menggunakan botol minum atau tumbler pribadi selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan volume sampah yang berpotensi ditimbulkan oleh kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag Luksen Jems Mayor menegaskan, kegiatan keagamaan berskala nasional harus mampu memberikan kontribusi langsung terhadap isu lingkungan hidup.
"Kita harus mampu menjadi motor penggerak utama dalam mengkampanyekan gerakan ramah lingkungan," ujar Luksen saat berada di Manokwari, Sabtu (23/05/2026), yang dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (24/5/2026).
Luksen menambahkan, pesan spiritual dalam Pesparawi kali ini harus termanifestasikan dalam tindakan nyata dalam merawat bumi.
"Lomba ini di satu sisi adalah perhelatan seni dan spiritual, namun di sisi yang lain harus memberikan dampak nyata bagi kelestarian alam," ujarnya.
Mendukung Gerakan Manokwari Nol Sampah
Gerakan pembatasan plastik sekali pakai dalam ajang Pesparawi XIV ini sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Manokwari yang tengah gencar mendorong program “Manokwari Nol Sampah”. Langkah ini krusial mengingat ancaman makro dari sampah plastik yang sulit terurai terhadap ekosistem setempat.
Melalui pendekatan ekoteologi yang menghubungkan nilai spiritualitas dengan kesadaran ekologis, Kemenag berharap agenda Pesparawi XIV tidak menjadi seremoni yang menyisakan masalah lingkungan, melainkan menjadi contoh baik bagi event keagamaan lain di Indonesia.
Sebagai wilayah yang memiliki kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati yang tinggi, menjaga kelestarian alam Papua Barat melalui pembatasan sampah plastik kini menjadi bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab sosial bersama yang digaungkan dari Tanah Papua.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
POLITIK | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







