Trump Naikkan Tarif Impor Kanada Jadi 50 Persen, Produk Otomotif hingga Keju Terdampak!

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026 | 11:06 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap sebagian besar barang impor asal Kanada mulai Senin (20/7/2026) waktu setempat. Kebijakan tersebut diambil dengan alasan Kanada dinilai melakukan diskriminasi yang tidak adil terhadap produk otomotif, alkohol, dan susu asal Amerika Serikat.

Dikutip dari NBC News, Selasa (21/7/2026), langkah terbaru pemerintahan Trump berpotensi memicu gejolak ekonomi baru, meningkatkan tekanan inflasi, serta memperburuk hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada yang selama ini menjadi mitra ekonomi utama.

Seorang pejabat pemerintah AS yang memberikan penjelasan awal kepada wartawan dengan syarat anonim mengatakan Kanada menjadi salah satu dari sedikit negara, selain China, yang membalas kebijakan tarif Trump sebelumnya sehingga perlu dimintai pertanggungjawaban.

Menurut pejabat tersebut, Trump telah menandatangani tiga proklamasi yang memberlakukan tarif berdasarkan Pasal 338 Undang-Undang Perdagangan Amerika Serikat tahun 1930. Ketentuan tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat mengusulkan pencabutannya karena dinilai dapat digunakan presiden untuk mengguncang perekonomian.

Tarif 50 persen tidak akan dikenakan terhadap produk energi, kalium klorida, ikan, dan mineral penting. Namun, kebijakan itu mencakup sejumlah barang yang sebelumnya memperoleh perlindungan dari bea masuk melalui Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).

Perjanjian perdagangan yang mulai berlaku pada 2020 tersebut diketahui telah berakhir dan kini memasuki putaran negosiasi baru yang diperkirakan berlangsung hingga 2036.

Selain itu, pejabat pemerintah menyebut Trump juga telah menginstruksikan para ajudannya untuk menyelidiki kemungkinan pemberlakuan tarif tambahan terhadap Kanada. Langkah tersebut dikaitkan dengan kebakaran hutan di Kanada yang dinilai berdampak pada penurunan kualitas udara di wilayah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Trump menghadiri final Piala Dunia pada Minggu bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Meski keduanya berada di lokasi yang sama, pejabat Gedung Putih menegaskan pertemuan tersebut bukan merupakan kunjungan kerja maupun agenda pembahasan perdagangan dan tarif.

Dalam proklamasi yang diterbitkannya, Trump menuduh Kanada melakukan diskriminasi terhadap produk otomotif, alkohol, dan keju asal Amerika Serikat dibandingkan negara lain. Namun, sebagian besar alasan yang dikemukakan merujuk pada langkah balasan Kanada atas tarif yang lebih dulu diberlakukan Washington dengan alasan penanganan penyelundupan fentanil.

Dalam proklamasi mengenai sektor otomotif, Trump menyebut Kanada sejak April 2025 tetap memberlakukan tarif 25 persen terhadap impor kendaraan bermotor asal Amerika Serikat yang tidak memenuhi syarat memperoleh perlakuan preferensial berdasarkan USMCA.

Sementara dalam proklamasi terkait minuman beralkohol, Trump menyoroti keputusan sejumlah provinsi dan wilayah di Kanada yang menghentikan pembelian serta penjualan produk alkohol asal Amerika Serikat pada tahun lalu. Kebijakan tersebut merupakan respons atas tarif Trump sekaligus pernyataannya yang berulang kali menyebut Kanada sebagai calon negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

Trump juga kembali mengkritik kebijakan Kanada terhadap produk susu, khususnya keju asal Amerika Serikat. Dalam proklamasinya, ia menilai Kanada memberikan perlakuan yang lebih menguntungkan kepada produk susu asal Eropa dibandingkan produk dari Amerika Serikat.

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: