Usai Gathering Perusahaan di Vietnam, 15 Wisatawan India Pulang sebagai Jenazah
BeritaNasional.com - Usai kecelakaan kapal terbalik di Vietnam pada Sabtu (11/7/2026) lalu, jenazah 15 wisatawan India yang tewas dalam tragedi tersebut akhirnya dipulangkan pada Senin (13/7/2026) malam, dan tiba di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj di Mumbai.
Melansir Viory pada Selasa (14/7/2026), 15 jenazah tersebut dipulangkan dengan penerbangan Vietnam Airlines VN979 yang mendarat di India pada pukul 21:19. Anggota keluarga dan pejabat setempat turut hadir saat jenazah dipindahkan untuk perjalanan selanjutnya ke kampung halaman mereka untuk upacara pemakaman.
Para korban tersebut adalah bagian dari rombongan 32 wisatawan India yang tengah melakukan perjalanan yang disponsori perusahaan pengembang Lava Mobiles, Lava International. Tragedi tersebut terjadi pada 11 Juli, sekitar 400 meter dari Pulau Hon May Rut Ngoai, saat rombongan baru kembali dari wisata jelajah pulau. Lima belas wisatawan India meninggal, sementara 21 orang, termasuk empat awak kapal Vietnam, diselamatkan oleh pihak berwenang setempat.
Dari para korban yang tewas, sepuluh di antaranya berasal dari Tamil Nadu, tiga dari Andhra Pradesh dan dua dari Kerala, termasuk dua wanita turut menjadi korban. Sebagian besar korban selamat telah kembali ke India setelah menerima perawatan medis, sementara satu orang masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Cho Ray di Kota Ho Chi Minh.
Atas insiden ini, polisi Vietnam telah menangkap kapten kapal sebagai bagian dari penyelidikan atas kemungkinan pelanggaran hukum dalam insiden tersebut. Berdasarkan laporan media lokal, kapal nahas tersebut dioperasikan oleh Ocean Pearl Island Company dan memiliki izin untuk mengangkut penumpang dalam perjalanan wisata lepas pantai.
Sumber: Viory
OLAHRAGA | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 17 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu






