Menhaj Sebut Prabowo Minta Kenaikan Biaya Haji Tak Membebani Jemaah

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13 WIB
Jamaah haji Indonesia. (Foto/Kemenhaj)
Jamaah haji Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto agar biaya penyelenggaraan haji tahun 2027 tidak membebani jemaah.

Politikus yang akrab disapa Gus Irfan itu mengaku telah melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo.

"Kami sudah sampaikan ke beliau, tetapi beliau hanya mengangguk saja dan belum memberikan respons. Namun, beliau tetap memberikan arahan kepada kita, apa pun yang terjadi usahakan tidak membebani jemaah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Gus Irfan mengatakan, biaya penyelenggaraan haji 2027 diusulkan naik karena terdampak tekanan global. Namun, ia berkomitmen agar kenaikan tersebut tidak dibebankan kepada jemaah.

"Walaupun situasi tekanan global luar biasa, baik dolar maupun harga minyak yang berdampak langsung terhadap penerbangan kita, kami berupaya keras agar yang dibayarkan jemaah nanti tidak membebani mereka," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2027 sebesar Rp107.340.172,02 per jemaah atau mengalami kenaikan Rp19.930.806 dibandingkan tahun 2026.

Gus Irfan mengatakan, usulan tersebut akan dibahas bersama Panja DPR agar nominalnya dapat dikurangi atau ditambah sesuai hasil pembahasan.

"Nanti akan dibicarakan oleh Panja DPR. Nanti dibahas satu per satu, poin per poin, pos per pos untuk memastikan angka itu memang layak atau memang perlu dikurangi atau bahkan ditambah. Nanti akan dibicarakan oleh tim Panja DPR," katanya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: