Ledakan di MAN 3 Padang, DPR Dorong Penguatan Literasi Risiko di Sekolah
BeritaNasional.com - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong penguatan literasi risiko di sekolah setelah terjadi kasus ledakan di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang pada Selasa, (14/7/2026). Menurut Hetifah, peristiwa ini menjadi peringatan bahwa sekolah belum menjadi ruang aman.
"Panduan Sekolah Aman tidak boleh berhenti sebagai slogan atau dokumen administratif. Ukuran keberhasilannya adalah apakah guru merasa aman mengajar, siswa merasa aman belajar, dan seluruh warga sekolah memahami tanggung jawab serta risiko dari setiap tindakan," ujar Hetifah kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Menurut Hetifah, peserta didik harus memahami sejak dini masalah perundungan, kekerasan, hingga penyalahgunaan teknologi memilki konsekuensi hukum yang serius.
"Karena itu, literasi risiko perlu diperkuat di sekolah. Peserta didik harus memahami sejak dini bahwa perundungan, kekerasan, penyalahgunaan teknologi, hingga tindakan seperti merakit bahan peledak bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi dapat membahayakan keselamatan orang lain dan memiliki konsekuensi hukum yang serius," tegasnya.
Politikus Partai Golkar ini juga mendorong sekolah aman diwujudkan melalui pendidikan karakter, literasi digital, literasi hukum, layanan bimbingan konseling yang efektif, serta sistem deteksi dini dan pelaporan yang berjalan baik.
Legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Timur ini mendorong pencegahan harus menjadi prioritas tanpa mengabaikan penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran.
"Komisi X DPR RI akan terus mendorong agar konsep Sekolah Aman benar-benar diimplementasikan secara nyata, bukan hanya menjadi slogan, sehingga sekolah menjadi ruang yang melindungi, mendidik, dan membentuk peserta didik yang bertanggung jawab," pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Sumatera Barat (Sumbar) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror Mabes Polri mendalami kasus ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang pada Selasa, (14/7/2026).
Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, ledakan dari bom rakitan pertama kali diketahui petugas keamanan sekolah. Setelah itu, langsung melaporkan kejadian ke pihak kepolisian sekira pukul 11.30 WIB.
"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra dalam keteranganya.
Setelah tiba dan ditelusuri, Mayndra menyebut pihak kepolisian melakukan penanganan awal terhadap seorang pelajar berinisial R (17). Yang bersangkutan diamankan, karena diduga sebagai pemilik barang diduga bom tersebut.
"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," kata Mayndra. 
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 18 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






