Pramono Anung: Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Tak Takut Usai Ancaman Bom
BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa setelah sekolah tersebut menerima ancaman bom.
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, lanjut Pramono, para siswa tidak mengalami ketakutan. Justru, kekhawatiran dirasakan oleh para orang tua murid.
"Saya melihat, kemarin juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan yang turun langsung ke lapangan. Kalau murid-muridnya sih enggak ada (ketakutan). Bahkan, murid-muridnya merasa biasa-biasa saja," kata Pramono, Selasa (14/7/2026).
Untuk memberikan rasa aman, Pemprov DKI Jakarta masih mengizinkan orang tua mengantar anaknya ke sekolah hingga Rabu (15/7/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Hanya orang tuanya yang ada kekhawatiran. Jadi, kenapa kemudian sampai hari ini, sampai dengan Rabu, kami izinkan kalau orang tuanya mengantar ke sekolah dan sebagainya, supaya orang tuanya sendiri juga merasa nyaman," ujar Pramono.
Pramono memastikan hasil pemeriksaan di lapangan tidak menemukan adanya bom maupun benda mencurigakan di lingkungan sekolah tersebut.
"Berkaitan dengan ancaman bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi. Setelah didalami dan dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata memang tidak ada," ucap Pramono.
Meski kegiatan belajar kembali normal, Pramono meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Ia menegaskan aparat penegak hukum akan menindaklanjuti pelaku yang mengirimkan ancaman tersebut.
"Ada orang yang melakukan pengancaman, dan untuk itu aparat penegak hukum akan menindaklanjuti. Sekarang ini sekolahnya berjalan seperti biasa, tetapi tetap saya minta untuk meningkatkan kewaspadaan," tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




