3 Pemimpin Dunia Temui Prabowo dalam Sepekan Jadi Bukti Meningkatnya Kepercayaan Internasional ke Indonesia

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 14 Juli 2026 | 12:38 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Singapura, Presiden Belarusia hingga PM India. (BeritaNasional/BPMI Setpres-Kolase)
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Singapura, Presiden Belarusia hingga PM India. (BeritaNasional/BPMI Setpres-Kolase)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, kunjungan tiga pemimpin dunia ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis. 

Pasalnya, rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki ketahanan ekonomi dan stabilitas politik sehingga menjadi mitra penting di tingkat kawasan maupun global.

"Intensitas pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis, baik di tingkat kawasan maupun global," kata Qodari dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pemimpin dunia pertama yang bertemu Presiden Prabowo adalah Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko pada Kamis (2/7/2026). Pertemuan itu menghasilkan peluang kerja sama di sektor industri, alat berat, teknologi, serta peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030.

Selanjutnya, Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Senin (6/7/2026)). Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Singapura menyepakati 26 kerja sama yang mencakup pengembangan ekonomi kawasan, energi bersih, hingga ekonomi digital.

"Tidak hanya itu, dalam pertemuan ini, kedua pemimpin negara juga membahas berbagai isu dan perkembangan di tingkat kawasan dan global serta menegaskan pentingnya ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan," terang Qodari.

Sehari kemudian, Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi. Menurutnya, kedua negara memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, penguatan kelembagaan, hubungan antarmasyarakat, hingga kebudayaan melalui komitmen merestorasi Kompleks Candi Prambanan.

Qodari menekankan, setiap pertemuan Prabowo dengan para pemimpin dunia diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan. Diversifikasi kemitraan ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, memperluas pasar ekspor, membuka peluang investasi, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di forum internasional.

"Diplomasi Indonesia selalu berorientasi pada hasil karena diplomasi ditempatkan sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan nasional," jelas dia.

Ia menambahkan, seluruh pertemuan tersebut merupakan cerminan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia memilih memperluas kolaborasi dengan berbagai negara.

"Prinsip tersebut sejalan dengan ungkapan Presiden Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia, 1.000 teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu lawan sudah terlalu banyak," tandasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: