Kerja Sama dengan Rolls-Royce, PLTN Kecil Bakal Dibangun di Ceko

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 23:29 WIB
Reaktor modular kecil atau SMR. (BeritaNasional/Introl)
Reaktor modular kecil atau SMR. (BeritaNasional/Introl)

BeritaNasional.com - Lewat kerja sama dengan perusahaan Inggris, Rolls-Royce, sebuah reaktor modular kecil (SMR) atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kecil pertama siap dibangun di Republik Ceko di awal 2030 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Wakil Pertama Perdana Menteri Republik Ceko sekaligus Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Karel Havlicek.

"Republik Ceko dan perusahaan Inggris, Rolls-Royce, telah bersiap untuk menandatangani perjanjian mengenai pembangunan bersama SMR di Republik Ceko, yang akan berlokasi di dekat Kota Detmarovice di timur laut negara tersebut dan Tusimice di bagian barat," kata Havlicek. 

"Hal ini merupakan kelanjutan dari persiapan yang telah dimulai untuk pembangunan reaktor pertama jenis ini di dekat PLTN Temelin, di bagian barat negara tersebut," tambahnya seperti dikutip CTK.

Di Ceko sendiri, perusahaan holding energi CEZ ikut andil dalam proyek tersebut. CEZ sendiri telah mengoperasikan dua PLTN konvensional di Ceko, yakni Temelin dan Dukovany. Awal tahun ini, CEZ mengakuisisi sekitar seperlima saham Rolls-Royce SMR.

Sebelumnya, Havlicek menjelaskan, proyek pembangunan PLTN mini di Republik Ceko itu berhasil dan para mitra berencana untuk membangun SMR di negara-negara lain.

Awalnya, SMR pertama di Ceko akan dibangun di Temelin pada semester pertama tahun 2030. Namun, reaktor pertama yang akan dibangun bersama oleh perusahaan Inggris dan Ceko tersebut akhirnya akan dibangun di Wylfa, Pulau Anglesey, yang berada di lepas pantai barat laut Wales Utara, pada awal 2030.

Dalam proyek ini, CEZ akan berpartisipasi sebagai penyedia beberapa teknologi dan komponen. Kapasitas masing-masing SMR diperkirakan mencapai 470 megawatt (MW) dan pada 2050, Ceko akan membangun sejumlah SMR itu dengan total kapasitas mencapai tiga gigawatt (GW).

Sementara itu, reaktor modular ini dapat diproduksi secara massal di pabrik dan secara bertahap dikumpulkan di satu lokasi, unit demi unit.

Di sisi lain, para ahli energi nuklir menilai, reaktor tersebut berbeda dengan PLTN berskala besar, terutama karena kapasitasnya yang lebih rendah serta proses perakitannya lebih cepat dan sederhana.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: