Acer Gandeng 50 SMA untuk Gerakan Pengumpulan E-Waste di Jabodetabek

Oleh: Imantoko Kurniadi
Kamis, 11 Juni 2026 | 23:30 WIB
Salah seorang siswi dari SMAN 82 Jakarta sedang menaruh e-waste di dropbox e-waste Gerakan #SayangBumi. (Foto/doc. Acer)
Salah seorang siswi dari SMAN 82 Jakarta sedang menaruh e-waste di dropbox e-waste Gerakan #SayangBumi. (Foto/doc. Acer)

BeritaNasional.com - Lonjakan penggunaan perangkat elektronik turut mendorong peningkatan limbah elektronik (e-waste) secara global.

Laporan Global E-waste Monitor 2022 mencatat sekitar 62 juta ton e-waste dihasilkan setiap tahun, namun 77,7 persen di antaranya belum dikelola secara benar.

Di Indonesia, kondisi ini juga menjadi perhatian serius dengan timbunan mencapai 1,9 juta ton pada 2022, menjadikan Indonesia salah satu penyumbang terbesar e-waste di Asia Tenggara.

Melihat kondisi tersebut, Acer Indonesia kembali melanjutkan gerakan keberlanjutan #SayangBumi yang kini memasuki tahun keenam pelaksanaan. Tahun ini, fokus program diarahkan ke sektor pendidikan dengan melibatkan 50 SMA di wilayah Jabodetabek.

Melalui program ini, para siswa tidak hanya diajak mengumpulkan limbah elektronik di lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan edukasi melalui workshop yang akan berlangsung selama Juni hingga November 2026.

Acer juga menyiapkan program #SayangBumi Changemaker, yang mendorong siswa menjadi penggerak utama kampanye lingkungan di sekolah masing-masing.

"Selama enam tahun, #SayangBumi telah membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah kolektif yang konsisten. Tahun ini kami memilih hadir di sekolah karena kami percaya bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan seperti apa bumi ini dua puluh hingga tiga puluh tahun ke depan. SayangBumi bukan sekadar program, ini undangan bagi anak-anak muda Indonesia untuk memimpin perubahan, bukan menunggu orang lain melakukannya," ucap Leny Ng, President Director Acer Indonesia, Kamis (11/6/2026).

“Acer ingin melangkah dengan mendorong lebih banyak generasi muda untuk terlibat bersama dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab, dan di saat yang bersamaan juga membangun kesadaran bahwa langkah kecil bisa membawa dampak untuk bumi,” tambah Leny Ng.

Target 5 Ton E-Waste dan 150 Changemaker

Pada pelaksanaan tahun ini, Acer Indonesia menargetkan pengumpulan hingga 5 ton e-waste, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 3 ton.

Titik pengumpulan disediakan di 50 sekolah serta sejumlah lokasi tambahan di Jabodetabek yang akan diumumkan bertahap. Program ini juga terbuka bagi masyarakat umum.

Dari sisi edukasi, setiap sekolah akan melahirkan tiga siswa terpilih sebagai Changemaker, sehingga total terdapat 150 siswa yang berperan sebagai duta lingkungan.

Mereka bertugas menggerakkan kampanye pengumpulan e-waste serta meningkatkan kesadaran lingkungan di sekolah masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, Acer Indonesia bekerja sama dengan EwasteRJ sebagai mitra edukasi sekaligus pengelola daur ulang bersertifikasi.

EwasteRJ tidak hanya terlibat dalam kegiatan workshop, tetapi juga memastikan proses pengolahan limbah elektronik dilakukan secara aman dan sesuai standar lingkungan.

“Kami mengapresiasi langkah Acer Indonesia dalam komitmen mendorong pengumpulan e-waste yang melibatkan berbagai pihak. Inisiatif ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus secara kolektif. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik, dan kolaborasi kami melalui #SayangBumi ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai peduli lingkungan,” kata Rafa Jafar, Founder EwasteRJ.

Sejak diluncurkan pada 2021, #SayangBumi menjadi gerakan keberlanjutan Acer Indonesia yang mencakup berbagai aktivitas seperti edukasi lingkungan, aksi bersih pantai, penanaman mangrove, pengumpulan e-waste, hingga penanaman ribuan pohon.

Pada tahun sebelumnya, program ini berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste dan menanam 2.000 bibit pohon sebagai bagian dari upaya menekan jejak karbon dan memulihkan ekosistem.

Program #SayangBumi Changemaker dan rangkaian workshop akan berlangsung hingga November 2026. Informasi lebih lanjut terkait lokasi pengumpulan dapat diakses melalui acerid.com/sayangbumi.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: