Kementan Pastikan Stok Cabai Nasional Surplus hingga Lebaran 2026

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 19 Februari 2026 | 20:29 WIB
Ilustrasi cabai. (BeritaNasional/Panji)
Ilustrasi cabai. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com - Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan cabai nasional aman, bahkan surplus.

"Kepastian ini merupakan hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di sentra-sentra utama, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Taufiq menegaskan, pemerintah hadir secara aktif dalam memastikan ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat. Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, jajaran Kementan juga melakukan pemantauan langsung di lapangan.

“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai berada dalam posisi surplus. Untuk komoditas cabai rawit, diproyeksikan surplus sekitar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan meningkat menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026.

Cabai besar juga tercatat surplus masing-masing 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Kondisi itu mencerminkan ketahanan pasokan nasional yang cukup kuat dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Taufiq menyampaikan, produksi cabai nasional pada periode Februari-Maret 2026 tersebut ditopang luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan Muh. Agung Sunusi menambahkan, Kementan pun telah melakukan kunjungan ke berbagai sentra produksi cabai khususnya di Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur.

Hasil kunjungan menunjukkan pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga hari raya Idul Fitri,” kata Agung.

Sebagai langkah antisipatif dan tindak lanjut, Kementan juga telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah sentra, Badan Pangan Nasional (Bapanas), asosiasi petani, serta champion cabai.

Koordinasi difokuskan pada penguatan produksi, kelancaran distribusi antarwilayah, serta sosialisasi Harga Acuan Produsen (HAP) sebagai instrumen stabilisasi harga.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: