Trump Beri Ultimatum 15 Hari ke Iran, Segera Sepakati Nuklir atau Hadapi Hal Buruk

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)

BeritaNasional.com -  Ketegangan global kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran terkait program nuklir. 

Trump memberikan tenggat waktu yang sangat singkat, yakni 10 hingga 15 hari, bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan baru dengan Washington.

Jika kesepakatan tidak tercapai dalam kurun waktu tersebut, Trump memperingatkan bahwa hal-hal yang sangat buruk segera terjadi.

Pernyataan tegas ini disampaikan Trump kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. 

Ia menilai durasi dua minggu sudah lebih dari cukup bagi Iran untuk mengambil keputusan strategis.

"Saya rasa itu sudah cukup waktu. Kita akan mencapai kesepakatan atau itu akan menjadi hal yang tidak menguntungkan bagi mereka," tegas Trump.

Sebelumnya, dalam pertemuan perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian), Trump menyebut Iran sebagai "titik panas" dunia saat ini. Ia menekankan bahwa AS hanya akan menerima kesepakatan yang memiliki dampak nyata dan bermakna.

"Terbukti selama bertahun-tahun, tidak mudah membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran. Tapi kita harus membuatnya. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," tambahnya.

Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran di Jenewa pada Selasa lalu memang menunjukkan beberapa sinyal positif. 

Namun, Vance menegaskan Iran masih belum memenuhi garis merah atau tuntutan utama yang ditetapkan oleh pihak Amerika.

Kondisi ini membuat situasi berada di ujung tanduk. Mengutip laporan Axios, seorang penasihat Trump memperkirakan peluang terjadinya serangan militer mencapai 90 persen dalam beberapa minggu ke depan jika meja perundingan menemui jalan buntu.

Sebagai bentuk tekanan nyata, AS mulai memobilisasi kekuatan tempurnya di laut. Kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan telah mendekati Gibraltar pada Rabu kemarin.

Kapal raksasa tersebut sedang dalam perjalanan dari Karibia untuk bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dulu bersiaga di perairan dekat Iran.

Pengerahan dua kapal induk ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Washington tidak sedang menggertak sambal terkait ancaman militer mereka.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: