ASDP Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026 Tertib dan Terjangkau

Oleh: Panji Septo R
Minggu, 22 Februari 2026 | 17:40 WIB
Pelabuhan Gilimanuk (Foto/ASDP)
Pelabuhan Gilimanuk (Foto/ASDP)

BeritaNasional.com -  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan Angkutan Lebaran 2026/1447 H berjalan lebih terjangkau dan tertib.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan hal ini melalui penerapan stimulus diskon tarif serta skema single tarif di sejumlah lintasan penyeberangan.

“Kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar melalui stimulus dan single tarif,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

“Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Program stimulus tarif berlaku 12–31 Maret 2026, mencakup 14 pelabuhan pada 7 lintasan reguler maupun ekspres dengan anggaran Rp35,55 miliar. Estimasi penerima manfaat mencapai 403.487 penumpang dan 945.501 kendaraan, atau setara ±2,4 juta orang.

“Diskon diberikan dalam bentuk potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan, setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan,” tutur Heru.

Pemberlakuan diskon mencakup lintasan: Merak–Bakauheni (reguler dan eksekutif PP), Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kayangan–Pototano, Tanjung Uban–Telaga Punggur, Ajibata–Ambarita, dan Sape–Labuan Bajo.

Stimulus berlaku bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Gol II dan Gol IVA pada layanan reguler, sedangkan layanan eksekutif mencakup pejalan kaki dan kendaraan Gol II.

Selain diskon, lintasan Merak–Bakauheni menjalankan skema single tarif, di mana tarif reguler dan ekspres disamakan selama periode 13–20 Maret 2026 dari Merak dan 23–29 Maret 2026 dari Bakauheni.

Selama periode ini, layanan reguler dan eksekutif tidak dibedakan karena penyesuaian operasional kapal dan dermaga untuk puncak arus mudik.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan kesiapan sistem penjualan tiket, sosialisasi pengguna jasa, hingga pemantauan penyerapan manfaat terus dilakukan bersama pemangku kepentingan.

“Pengguna jasa diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy yang tersedia sejak H-60, dikirim via WhatsApp maupun email,” ujar Windy.

“Dukungan pembayaran digital membuat perjalanan lebih terencana dan antrean panjang saat puncak arus dapat ditekan,” tambahnya.

Pengguna diwajibkan memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, mengikuti jadwal keberangkatan, serta memastikan data identitas penumpang lengkap dan benar.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: