Libur Panjang, Penyeberangan Jawa-Sumatera dan Bali Dipadati Penumpang

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 18 Mei 2026 | 04:00 WIB
Mobilitas penyeberangan di lintasan Bali–Jawa. (Foto/ASDP)
Mobilitas penyeberangan di lintasan Bali–Jawa. (Foto/ASDP)

BeritaNasional.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan pada lintasan penyeberangan utama selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026, khususnya di jalur Jawa-Sumatera dan Bali. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi penyeberangan yang semakin modern dan terintegrasi.

Direktur Utama PT ASDP Heru Widodo mengatakan, tren peningkatan trafik terlihat dari tingginya penggunaan jasa penyeberangan pada sejumlah lintasan nasional yang dikelola perusahaan.

"Tren tersebut tercermin dari tingginya trafik pengguna jasa pada sejumlah lintasan utama nasional yang dikelola ASDP khususnya di koridor Jawa-Sumatera dan Bali," kata Heru dilansir dari Antara, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data periode Rabu (13/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026) pukul 14.00 WIB, lintasan Merak-Bakauheni melayani sebanyak 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan. Sementara arus balik Bakauheni-Merak tercatat melayani 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan.

Heru menyebut lonjakan tertinggi terjadi pada Kamis (14/5/2026) di lintasan Merak-Bakauheni, dengan kenaikan sebesar 60,7 persen untuk penumpang dan 41,5 persen kendaraan.

"Sebaliknya, pada arus balik Bakauheni-Merak, trafik penumpang meningkat 19,5 persen dan kendaraan naik 18,3 persen," ujarnya.

Peningkatan mobilitas juga terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. ASDP mencatat sebanyak 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan terlayani pada lintasan tersebut, dengan kenaikan 47,1 persen untuk penumpang dan 25,1 persen kendaraan pada Kamis (14/5).

Sedangkan pada arus balik Gilimanuk-Ketapang, tercatat sebanyak 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan terlayani. Trafik penumpang meningkat hingga 33,2 persen dan kendaraan naik 11,4 persen.

Menurut Heru, angkutan feri kini tidak lagi dipandang sebagai moda transportasi alternatif, melainkan telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarpulau.

"Feri kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman,” tutur Heru.

Ia menilai momentum libur panjang menjadi refleksi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang semakin tertib, modern, dan terintegrasi. Transformasi layanan yang dilakukan ASDP dalam beberapa tahun terakhir juga dinilai turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan perusahaan terus memperkuat service excellence melalui optimalisasi armada, kesiapsiagaan personel, penguatan sistem keamanan, hingga penerapan standar keselamatan secara konsisten.

"Penguatan operasional dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar Windy.

Selain penguatan operasional, ASDP juga meningkatkan fasilitas layanan di pelabuhan seperti ruang tunggu berpendingin udara, charging station, kursi pijat, area bermain anak, tempat ibadah, hingga tenant makanan dan minuman.

ASDP turut mengoptimalkan platform digital Ferizy yang memungkinkan masyarakat memesan tiket sejak H-60, mengatur jadwal perjalanan lebih tertib, serta mempercepat proses check-in.

“Kami dorong masyarakat yang akan naik feri, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” jelas Windy.

Sebagai perusahaan transportasi penyeberangan nasional, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang selamat, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: