Perundingan AS dan Iran di Jenewa Capai Kemajuan Signifikan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 27 Februari 2026 | 15:43 WIB
Menlu Oman Sayyid Badr Albusaidi (kanan) dan dua perwakilan AS, Steve Witkoff (tengah) dan Jared Kushner (kiri) dalam perundingan AS-Iran di Jenewa. (BeritaNasional/Kemlu Oman)
Menlu Oman Sayyid Badr Albusaidi (kanan) dan dua perwakilan AS, Steve Witkoff (tengah) dan Jared Kushner (kiri) dalam perundingan AS-Iran di Jenewa. (BeritaNasional/Kemlu Oman)

BeritaNasional.com - Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui delegasinya akhirnya telah menyelesaikan putaran baru perundingan nuklir mereka di Jenewa, Swiss pada Kamis (26/2/2026), setelah adanya kemajuan yang signifikan dalam negosiasi. 

"Kita akan segera melanjutkan kembali setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing. Diskusi terkait teknis akan dilaksanakan pekan depan di Wina," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dalam sebuah unggahan di X.

Pertemuan delegasi kedua negara tersebut menandai putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS di bawah mediasi Oman, yang telah dimulai pada Kamis (26/2/2026) pagi waktu setempat.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi, sementara AS diwakili oleh utusan khusus kepresidenan AS, Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trmp, Jared Kushner.

Araghchi mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah Iran bahwa perundingan tersebut "membuat kemajuan yang sangat baik dan telah memasuki pembahasan elemen-elemen kesepakatan dengan sangat serius, baik di bidang nuklir maupun sanksi," menurut berbagai laporan media. Dia menuturkan, kedua pihak kemungkinan akan menggelar putaran perundingan baru dalam waktu sepekan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Albusaidi menyebutkan kedua delegasi menunjukkan "keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ide-ide dan solusi baru yang kreatif" dalam perundingan tersebut, seraya menambahkan bahwa upaya-upaya terus berlanjut secara intensif dan dalam suasana yang konstruktif.

Putaran ketiga negosiasi berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS, menyusul peningkatan kekuatan militer AS di Asia Barat.

Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Pemerintahan Trump menuntut kesepakatan tanpa batas waktu dan dapat diverifikasi untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, di tengah ancaman aksi militer jika diplomasi menemui kegagalan.

Di sisi lain, Iran bersikeras agar perundingan hanya terfokus pada program nuklirnya dan menuntut pencabutan serangkaian sanksi yang dijatuhkan oleh AS, sembari menegaskan kembali bahwa Iran tidak berencana mengembangkan senjata nuklir.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: