Berat Badan Turun 2 Kg dalam Seminggu Puasa? Waspada Tanda Bahaya

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:29 WIB
Ilustrasi berat badan (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi berat badan (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com - Puasa di bulan Ramadan bisa menurunkan berat badan secara alami, hal itu merupakan hal yang wajar karena tidak ada makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh selama lebih dari 12 jam. Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia (UI) dr. Andi Kurniawan Sp.KO, rata-rata penurunan berat badan saat puasa sekitar setengah sampai satu kilogram per minggu, atau maksimal 4 kilogram selama satu bulan.

“Sebagai patokan sederhana yang mudah dipahami penurunan wajar adalah 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg total selama satu bulan Ramadhan,” kata Andi yang dikutip Sabtu (28/2/2026). 

Andi menjelaskan, penurunan berat badan saat puasa adalah respons fisiologis yang normal karena tubuh mengalami perubahan metabolik yang signifikan. Bahkan, hampir separuh orang yang berpuasa atau sekitar 44 persennya mengalami penurunan berat badan saat puasa.

Dia menjelaskan, dalam kurun 12–14 jam pertama tanpa asupan makanan, tubuh menghabiskan cadangan glikogen otot sekitar 100–120 gram, kemudian beralih ke glukoneogenesis (pembuatan glukosa dari protein dan lemak) dan memecah lemak atau lipolisis pemecahan lemak.

Namun, kata dia, jika terjadi penurunan berat badan drastis lebih dari dua kilogram per minggu pada saat berpuasa sudah termasuk tanda berbahaya akibat dehidrasi berat atau kehilangan massa otot (sarkopenia).

Dia menguraikan, sarkopenia dapat ditandai dengan gejala fisik seperti pusing hebat yang menetap, kulit tidak elastis (tanda dehidrasi), atau kelelahan ekstrem yang tidak membaik setelah berbuka.

Menurut Andi, populasi yang perlu pengawasan ketat terkait penurunan berat badan saat puasa adalah lansia di atas 60 tahun, karena berisiko mengalami kehilangan otot yang dipercepat atau sarkopenia yang sulit dipulihkan. Begitu juga dengan penderita diabetes tipe 1 dan 2. 

“Penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang menggunakan insulin wajib memantau berat badan dan gula darah secara ketat. Remaja yang masih dalam fase pertumbuhan juga memerlukan perhatian khusus karena defisit nutrisi dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan perkembangan kognitif,” jelasnya.

Andi menyampaikan, orang dengan obesitas cenderung mengalami penurunan berat badan lebih besar dibanding mereka dengan berat badan normal saat berpuasa.

Berdasarkan analisis yang diterbitkan Nutrients, rata-rata penurunan berat badan yang normal selama 30 hari Ramadan berkisar antara setengah hingga satu setengah kilogram pada populasi umum yang tidak melakukan intervensi diet khusus. Namun pada individu yang aktif berolahraga dan mengontrol pola makan, penurunan bisa mencapai dua kilogram dalam sebulan masih dalam kategori sehat karena berasal dari pengurangan massa lemak dengan preservasi massa otot.

“Perubahan ini tidak terjadi pada semua orang, gaya hidup Anda saat berbuka memegang peranan kunci,” tandas Andi. 

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: