Uni Afrika Peringatkan Dampak Serangan AS-Israel ke Iran, Ancam Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 01 Maret 2026 | 06:31 WIB
Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf. (Foto/Instagram)
Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf. (Foto/Instagram)

BeritaNasional.com - Komisi Uni Afrika (AU) menyatakan keprihatinan mendalam atas memanasnya situasi militer di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

Uni Afrika memperingatkan bahwa konflik ini bukan sekadar urusan regional, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas global.

Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf menegaskan laporan serangan terkoordinasi tersebut menandai peningkatan permusuhan yang sangat serius di kawasan tersebut.

Youssouf menyoroti bahwa dampak dari peperangan ini akan terasa jauh hingga ke benua Afrika. 

Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut berisiko mengganggu pasar energi dunia dan memperburuk krisis pangan serta ekonomi.

"Eskalasi lebih lanjut mengancam akan memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika," ujar Youssouf dalam pernyataan resminya pada Sabtu.

Kekhawatiran ini didasari pada kondisi banyak negara Afrika yang saat ini masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi akut dan konflik internal,sehingga guncangan global di sektor energi dan pangan akan sangat memukul rakyat mereka.

Uni Afrika mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menahan diri dan mengutamakan dialog. Youssouf menekankan pentingnya bertindak sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB demi menjaga keamanan dunia.

Ketua Komisi AU tersebut meminta para pemimpin dunia memprioritaskan jalur diplomatik guna mencegah situasi memburuk menjadi konflik yang tak terkendali. Ia meyakini kekuatan senjata bukanlah solusi akhir bagi pertikaian di Timur Tengah.

"Perdamaian berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui diplomasi, bukan melalui kekerasan," tandas Youssouf.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: