Kecamuk Perang Timur Tengah, Penerbangan Ditunda

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Minggu, 01 Maret 2026 | 07:15 WIB
Suasana penumpang yang hendak berpergian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta(BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Suasana penumpang yang hendak berpergian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta(BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com -  Kecamuk perang yang terjadi di Timur Tengah berimbas ke berbagai aspek dunia termasuk aktivitas penerbangan di Indonesia. 

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang Banten mengumumkan aktivitas penerbangan menuju Timur Tengah terjadi pembatalan dan penundaan. 

Hal ini dilakukan seiring dilakukannya penutupan wilayah udara (airspace closed) di sejumlah negara kawasan tersebut.

Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap di Tangerang Banten, Minggu (1/3/2026) menyebutkan penerbangan yang terdampak atas penutupan itu antara lain Etihad Airways (EY472) tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954) tujuan Doha, Qatar Airways (QR957) tujuan Doha, Emirates (EK357) tujuan Dubai, Etihad Airways (EY475) tujuan Abu Dhabi, Garuda Indonesia (GA900) tujuan Doha, serta Etihad Airways (EY473) tujuan Abu Dhabi.

"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel," jelasnya, Minggu (1/3/2026).

Dengan beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan pihaknya telah memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," ucapnya.

Aziz pun memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya untuk rute internasional lainnya hingga kini tetap berlangsung dengan aman dan lancar.

Selain itu, pihak manajemen Bandara Soetta menjamin seluruh aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

"Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga," paparnya.

InJourney selaku pengelola utama bandara di Indonesia juga mengimbau, kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah untuk secara aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai.

"Sejalan itu, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat," tukasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: