Serangan Iran ke Negara Teluk Dinilai Bukan Kebetulan, Ini Tujuannya
BeritaNasional.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah negara Teluk. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi yang sudah diperhitungkan secara matang.
Dosen studi pertahanan King’s College London, Rob Geist Pinfold, menilai Iran memahami betul target yang dipilihnya.
“Iran memilih negara-negara Teluk karena menganggap mereka sebagai target yang lebih lunak. Mereka lebih mudah diserang dibandingkan Israel,” udap Pinfold, dikutip dari Al Jazeera, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, negara-negara Teluk cenderung tidak ingin terlibat dalam konflik besar yang bukan menjadi perang mereka secara langsung.
“Negara-negara ini tidak memiliki selera besar untuk berperang, karena pada akhirnya ini bukan perang mereka. Iran berharap mereka segera menginginkan gencatan senjata dan menekan pemerintahan Trump. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda ke arah itu,” ujarnya.
Secara terbuka, negara-negara Teluk memang menunjukkan persatuan dan ketegasan. Namun di balik pernyataan resmi tersebut, terdapat perbedaan pandangan mengenai cara menghadapi Iran.
“Mereka berusaha menyampaikan pesan bahwa mereka solid, bersatu, dan tangguh. Tetapi di bawah permukaan, ada perbedaan mendalam tentang bagaimana berinteraksi dengan Iran, bahkan apakah perlu berinteraksi sama sekali,” kata Pinfold.
Ia menilai kawasan Teluk kini berada dalam posisi sulit. Ada dorongan untuk menunjukkan kekuatan militer, tetapi keterlibatan langsung bisa dianggap sebagai keberpihakan pada perang Amerika Serikat dan Israel.
“Akan ada beberapa negara Teluk yang mendorong penggunaan kekuatan militer. Namun Iran tahu mereka berada dalam posisi terjepit, karena jika ikut terlibat, mereka bisa dianggap masuk dalam perang AS dan Israel. Ruang untuk bersikap moderat, yang selama ini ditempuh negara-negara inti, kini semakin menyempit,” jelasnya.
Menurut Pinfold, negara-negara Teluk harus mampu menunjukkan bahwa mereka dapat melindungi kedaulatan sekaligus menjaga kepentingan nasionalnya.
“Mereka perlu menunjukkan bahwa mampu mempertahankan kedaulatan dan memproyeksikan kepentingan mereka.”
Ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk diperkirakan masih akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan, terutama dalam relasinya dengan Amerika Serikat dan Israel.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







