Trump: Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Lebih dari Sebulan
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran berpotensi berlangsung selama satu bulan atau bahkan lebih lama.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Senin (2/3/2026) waktu setempat dalam upacara Medal of Honor di Gedung Putih, saat ia memberikan penghormatan kepada empat anggota militer yang tewas akibat serangan balasan Iran pada akhir pekan lalu. Trump menegaskan bahwa durasi operasi militer tidak menjadi persoalan selama tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.
“Kami sudah jauh lebih cepat dari proyeksi waktu kami. Tetapi berapa pun waktunya, tidak masalah,” kata Trump dikutip dari NBC News, Selasa (3/3/2026)
“Apa pun yang diperlukan. Sejak awal, kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk melangkah jauh lebih lama dari itu," tambahnya.
Menurut Trump, rencana empat minggu untuk menyingkirkan kepemimpinan militer Iran telah rampung lebih cepat dari jadwal.
“Dan seperti yang Anda tahu, itu dilakukan dalam waktu sekitar satu jam,” ujarnya. “Jadi kami jauh lebih cepat dari jadwal dalam hal itu," urai dia.
Trump memaparkan empat tujuan utama operasi militer AS yang diberi nama “Epic Fury”, yakni melemahkan kemampuan rudal Iran, menghancurkan angkatan laut Iran, memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, serta membatasi kekuatan proksi Teheran agar tidak dapat “terus mempersenjatai, mendanai, dan mengarahkan tentara teroris di luar perbatasan mereka.
” Ia menegaskan militer AS siap melanjutkan operasi tersebut “selama diperlukan," bebernya.
Dalam kesempatan itu, Trump juga membantah anggapan bahwa dirinya bisa kehilangan minat apabila konflik berlangsung lebih lama dari satu atau dua pekan.
“Saya tidak mudah bosan. Tidak ada yang membosankan tentang hal ini,” tambah Trump.
Ia menyebut serangan tersebut sebagai “kesempatan terbaik terakhir kami” untuk menghadapi ancaman dari rezim Iran setelah perundingan yang berlangsung pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.
“Kami pikir kami sudah mencapai kesepakatan, dan mereka mundur,” katanya.
Perundingan sebelumnya berlangsung di Jenewa. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump menyebut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan kepada pihak Amerika bahwa Iran memiliki “hak yang tidak dapat dicabut” untuk memperkaya uranium. Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu, Trump mengatakan ia memutuskan untuk melancarkan serangan ketika “mereka tidak bersedia menghentikan penelitian nuklir mereka.”
Sejumlah pemimpin militer AS menyatakan konflik ini tidak akan berlangsung tanpa batas waktu, meskipun skala dan cakupan penuh misi tersebut masih belum sepenuhnya jelas. Trump sendiri telah menyampaikan sejumlah perkiraan waktu yang berbeda terkait operasi tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran. Dalam wawancara dengan New York Post, ia menyatakan, “Saya tidak gentar soal pengerahan pasukan darat — seperti setiap presiden mengatakan, ‘Tidak akan ada pasukan darat.’ Saya tidak mengatakan itu.”
Meski demikian, Trump memperkirakan operasi militer tersebut akan berjalan cepat. Ketika ditanya soal garis waktu, ia mengatakan operasi itu “akan berlangsung cukup cepat.”
Sumber: NBC News
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 9 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





