Trump Sebut Hubungan AS-Inggris Tak Lagi Mesra, Buntut Perselisihan Serangan ke Iran
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap sekutu lamanya, Inggris.
Dilansir dari CNA pada Selasa (3/3/2026), Trump menyatakan hubungan historis antara kedua negara kini tidak seperti dulu lagi. Ketegangan ini dipicu oleh perselisihan diplomatik terkait serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer sempat membuat Trump geram karena awalnya menolak terlibat dalam aksi militer Washington terhadap Teheran.
Starmer menegaskan di hadapan parlemen bahwa pemerintahannya tidak mendukung upaya perubahan rezim melalui serangan udara.
Meski akhirnya Inggris mengizinkan penggunaan dua pangkalan militer mereka untuk tujuan pertahanan yang sangat terbatas, hal itu tidak cukup meredam amarah Trump. Dalam sebuah wawancara, Trump bahkan membandingkan Inggris dengan negara Eropa lainnya.
"Ini seharusnya menjadi hubungan yang paling solid, tapi sekarang kami justru memiliki hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara lain seperti Prancis dan Jerman," ujar Trump yang dikutip dari CNA pada Selasa (3/3/2026).
Sikap hati-hati London tidak lepas dari bayang-bayang kegagalan invasi Irak tahun 2003 silam. Starmer menegaskan bahwa Inggris telah belajar dari kesalahan masa lalu dan hanya akan terlibat dalam aksi militer jika memiliki "dasar hukum" serta "rencana yang jelas" yang sesuai dengan kepentingan nasional.
"Kita semua ingat kesalahan di Irak, dan kami telah belajar dari hal itu," tegas Starmer.
Pengamat hubungan internasional memperingatkan bahwa keretakan ini bisa menandai era baru "hubungan yang tidak lagi istimewa".
Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi posisi Inggris, terutama dalam konteks konflik di Ukraina dan kerja sama pertahanan global.
Untuk menyelamatkan situasi, beberapa peneliti menyarankan agar pemerintah Inggris memberikan kejutan melalui pengumuman berani terkait peningkatan anggaran belanja pertahanan guna kembali mengambil hati Washington.
PERISTIWA | 20 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







