Apel Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Target Bukan Sekadar Padamkan Api

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 05 Maret 2026 | 23:52 WIB
Apel siaga Karhutla 2026. (Foto/Ist)
Apel siaga Karhutla 2026. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan pemerintah berkomitmen menanggulangi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengancam wilayah Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Djamari saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu (5/3/2026).

“Apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran dan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat serta lingkungan,” tegas Djamari dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh stakeholder bukan sekadar memadamkan api, tetapi juga memastikan karhutla dapat dikendalikan melalui langkah antisipasi sejak dini.

“Target kita bukan sekadar memadamkan api, tetapi menekan kejadian karhutla serendah mungkin dan menuju kondisi yang semakin terkendali,” jelasnya.

Karena itu, Djamari menegaskan kunci kesiapsiagaan penanganan karhutla terletak pada respons cepat, ketepatan, dan koordinasi, agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana besar.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pencegahan karhutla merupakan hasil dari disiplin kebijakan, kesiapsiagaan di lapangan, kepatuhan perusahaan, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla. Djamari sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam.

“Mitigasi dan pencegahan dapat kita lakukan, termasuk melalui modifikasi cuaca, water bombing, patroli helikopter, serta mempertahankan tinggi muka air pada kanal dan parit di lahan gambut,” ungkapnya.

“Kita perlu mengingatkan kembali bahwa alam akan bereaksi sesuai dengan tindakan yang kita lakukan. Sebaliknya, tindakan kita juga akan menentukan bagaimana alam merespons kita. Karena itu, mari kita berupaya memberikan sesuatu yang baik bagi kepentingan alam,” tambah Djamari.

Sementara itu, terkait penanganan karhutla yang telah dilakukan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut luas kebakaran hutan dan lahan pada 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2024 tercatat 376.805 hektare. Namun tahun lalu, berkat kerja sama semua pihak, baik kementerian/lembaga, pemerintah pusat, maupun daerah, bisa ditekan menjadi 359.619 hektare. Jadi ada prestasi karena kerja kolektif kita,” ungkapnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto turut menjelaskan bahwa selama tujuh tahun terakhir sejak 2019, Indonesia berhasil mencegah terjadinya karhutla berskala besar, termasuk saat menghadapi fenomena El Nino pada 2023.

Capaian ini, kata dia, merupakan hasil komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi lintas instansi serta penanganan terintegrasi di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Ketika apinya masih kecil, itu ditangani oleh pemerintah kabupaten dan provinsi. Dari enam provinsi prioritas, baru Riau yang sudah meminta bantuan pemerintah pusat per Maret ini, sehingga Bapak Menko Polkam langsung memimpin kami untuk hadir di Provinsi Riau,” terang Suharyanto.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: