Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Aktifkan Kembali Desk Karhutla 2026

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:18 WIB
Ilustrasi karhutla. (Foto/EFI)
Ilustrasi karhutla. (Foto/EFI)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago telah mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026 untuk menghadapi ancaman siklus iklim panas El Nino.

Pengaktifan kembali atau reaktivasi ini tertuang dalam Permenko Polkam No 60 Tahun 2026. Desk tersebut akan menjalankan fungsi koordinasi, sinkronisasi kebijakan, monitoring, dan evaluasi secara terpadu dari tingkat pusat hingga daerah.

“Pendekatan yang digunakan bukan lagi pendekatan sektoral, melainkan pendekatan kolaboratif nasional yang menempatkan keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan hidup, dan kepentingan negara sebagai prioritas utama,” kata Djamari dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Sebab, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan persoalan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional. Dampaknya sangat luas mempengaruhi masyarakat sampai hubungan diplomatik negara tetangga akibat pencemaran asap lintas batas.

“Maka dari itu, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat,” ujarnya.

Khususnya terhadap enam provinsi prioritas rawan karhutla tahun 2026, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang rawan terjadinya karhutla.

Keenam wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi karena karakteristik lahan gambut, luasnya kawasan hutan dan perkebunan, serta kondisi meteorologis yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran pada musim kemarau.

“Kepada seluruh gubernur, pangdam, kapolda, kepala daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan terkait, agar kesiapsiagaan ditingkatkan mulai saat ini melalui optimalisasi posko siaga, patroli terpadu, penguatan sistem deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, serta pelibatan dunia usaha dan masyarakat,” tegasnya.

Tujuan Aktifkan Kembali Deks Karhutla 

Secara terpisah, Karo Humas Datin Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana menjelaskan reaktivasi Desk Karhutla bertujuan memperkuat konsolidasi nasional, memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi El Nino 2026–2027.

“Desk ini sebagai instrumen nasional untuk memastikan seluruh kebijakan, sumber daya dan operasional di lapangan berjalan lebih terkoordinasi, tersinkronisasi dan terintegrasi baik oleh antar Kementerian dan lembaga terkait maupun oleh Pusat dan daerah,” jelas Honi

Sehingga, Honi berharap aktifnya deks yang secara seremonial sudah dimulai sejak Mei bisa membuat penanganan Karhutla tahun 2026 lebih efektif dan efisien. 

‎Terlebih periode 2026-2027 Indonesia akan menghadapi siklus El Nino dengan kemarau lebih awal, lebih kering, dan lebih lama durasinya membuat potensi Karhutla lebih besar. 

“Oleh karenanya, Bapak Menko Polkam menekankan dilaksanakannya Peningkatan Kesiapsiagaan, deteksi dini dan cegah dini Karhutla,” tuturnya.

Sementara berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklus El Nino masih berada pada kategori moderat dan curah hujan masih terjadi di sejumlah wilayah. Namun intensitas El Nino diperkirakan terus menguat mulai Juli hingga September 2026 seiring meningkatnya suhu muka laut.

Semua kenaikan itu, diprediksi mencapai puncaknya Oktober 2026 sebelum berangsur melemah pada November saat musim hujan mulai berlangsung. Selama itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disiapkan yang saat ini telah berjalan 141 hari dengan total 225 sortie penerbangan di berbagai wilayah prioritas karhutla.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: