Menko Polkam Djamari Pastikan Negara Kerja Keras Upayakan Pembebasan WNI Ditahan Militer Israel

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 20 Mei 2026 | 14:06 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago (tiga dari kiri) saat di Mapolda Metro Jaya. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Menko Polkam Djamari Chaniago (tiga dari kiri) saat di Mapolda Metro Jaya. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com -  Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal (Purn) Djamari Chaniago memastikan negara sedang berupaya membebaskan Warga Negara İndonesia (WNI) yang ditahan Militer Israel.

Demikian disampaikan Karo Humas Datin Brigjen TNI Honi Havana tentang upaya pembebasan ini dilakukan terhadap WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) untuk misi kemanusiaan ke Jalur Gaza Palestina.

“Bahwa Bapak Menko Polkam memberi perhatian serius terhadap insiden penahanan WNI oleh militer Israel,” kata Honi dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, segala upaya akan ditempuh sebagai kepastian negara hadir untuk terus bekerja keras dalam menjamin keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang tengah ditahan oleh Israel.

“Pemerintah akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan,” kata dia.

Maka dari itu, Honi menyebut Kemenko Polkam Djamari mendukung Kementerian Luar Negeri bersama negara-negara sahabat yang mengecam pencegatan terhadap Armada Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel.

“Kemenko Polkam mendorong penguatan koordinasi lintas instansi termasuk menjalin komunikasi melalui negara sahabat dan organisasi internasional,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Honi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dengan terus memonitor dan merujuk pada keterangan resmi pemerintah.

“Negara akan terus memastikan perlindungan dan keselamatan WNI sebagai prioritas utama. Komitmen ini juga termasuk didalamnya upaya penyelamatan dan pembebasan 4 WNI yang disandera di perairan Somalia sejak akhir April yang lalu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu mengonfirmasi sembilan WNI yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka. 

Di antara WNI yang diculik Israel tersebut, terdapat tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: