Di Depan Ulama dan Ormas Islam, Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung Board of Peace

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 06 Maret 2026 | 06:28 WIB
Presiden Prabowo bukber dengan tokoh Islam (Foto/Setpres)
Presiden Prabowo bukber dengan tokoh Islam (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam. 

Dalam pertemuan itu, Prabowo memaparkan alasan keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) dan membahas upaya diplomasi Indonesia untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Muhadjir Effendy mengatakan, Prabowo menjelaskan proses panjang sebelum Indonesia terlibat dalam forum tersebut.

“Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung,” kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir, Presiden memilih strategi struggle from within untuk memperjuangkan kepentingan perdamaian dari dalam forum tersebut dengan tetap berpegang pada prinsip konstitusi Indonesia dan komitmen pada solusi dua negara.

“Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam. Dan Insyaallah apa yang akan beliau lakukan nanti adalah tetap berada di dalam koridor konstitusi kita," ujar Muhadjir.

"Terutama di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar kita, dan kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel,” tambah dia.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengatakan, pemerintah tetap terbuka terhadap kritik terkait keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut. 

Namun, ia menegaskan diplomasi menjadi jalur yang dipilih pemerintah untuk mendorong perdamaian.

“Tapi kalau ada yang menyarankan seperti itu, pemerintah tidak anti kritik, kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian, bukan dengan jalan peperangan,” ucap Nusron.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong deeskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BoP on hold sampai ada pembicaraan untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini,” katanya.

Yahya menilai, forum tersebut dapat menjadi instrumen diplomasi untuk mendorong upaya perdamaian di kawasan. 

Ia mengatakan langkah-langkah diplomatik masih terbuka karena forum tersebut masih berada pada tahap awal pembicaraan.

“Semua itu nantinya akan bisa menjadi instrumen untuk menjadikan BoP ini justru wahana mendorong terjadinya deeskalasi dan perdamaian dari perang yang sekarang sedang terjadi terkait dengan Iran,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: