realme Perpanjang Dukungan Software Realme 16 Pro Series hingga 2032
BeritaNasional.com - realme resmi memperbarui kebijakan pembaruan perangkat lunak untuk realme 16 Pro series.
Kedua model dalam lini ini kini akan mendapatkan dukungan software lebih lama dibanding rencana awal saat peluncuran.
Melalui kebijakan terbaru, realme 16 Pro dan realme 16 Pro+ dijanjikan memperoleh empat kali pembaruan Android serta enam tahun update keamanan. Sebelumnya, Realme hanya menjanjikan tiga pembaruan Android dan empat tahun patch keamanan.
Karena kedua ponsel ini meluncur dengan Realme UI 7 berbasis Android 16, pembaruan sistem operasinya diperkirakan akan berlanjut hingga Android 20, sementara patch keamanan akan tersedia hingga sekitar 2032.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi Realme untuk memperkuat dukungan jangka panjang bagi produknya. Belakangan, perusahaan juga memperpanjang dukungan software untuk sejumlah perangkat lain seperti seri Realme 14, Realme 15, hingga beberapa model Realme P series.
Di sisi spesifikasi, Realme 16 Pro hadir dengan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz. Varian Pro+ membawa layar sedikit lebih besar, yakni 6,8 inci dengan spesifikasi serupa.
Untuk fotografi, keduanya dibekali kamera depan 50 MP dan kamera utama 200 MP dengan dukungan OIS, serta kamera ultra-wide 8 MP. Khusus Realme 16 Pro+, terdapat tambahan kamera periskop 50 MP dengan zoom optik 3,5x.
Performa kedua perangkat juga berbeda. Realme 16 Pro ditenagai Dimensity 7300 Max, sementara Pro+ menggunakan Snapdragon 7 Gen 4. Keduanya sama-sama dibekali baterai 7.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 80W.
Dengan tambahan masa dukungan software yang lebih panjang, seri ini semakin menarik bagi pengguna yang menginginkan ponsel dengan masa pakai lebih lama.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu






