Kata-kata Allegri dan Chivu setelah Laga Derby della Madonnina AC Milan vs Inter Milan

Oleh: Tarmizi Hamdi
Senin, 09 Maret 2026 | 10:10 WIB
Laga Derby della Madonnina antara AC Milan vs Inter Milan. (Foto/Dok AC Milan)
Laga Derby della Madonnina antara AC Milan vs Inter Milan. (Foto/Dok AC Milan)

BeritaNasional.com -  AC Milan sukses memanaskan persaingan gelar juara Serie A setelah membungkam rival abadi mereka, Inter Milan, dengan skor tipis 1-0 di Stadion San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. 

Gol tunggal Pervis Estupinan tidak hanya memastikan gengsi kota Milan milik Rossoneri, tetapi juga memangkas jarak poin di klasemen menjadi tujuh angka.

Setiap Kata Allegri usai Pertandingan Derby

Pertandingan berlangsung ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Meski kedua tim saling menekan, peluang bersih baru tercipta pada menit ke-35. Memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Youssouf Fofana, Pervis Estupinan merangsek masuk dan melepaskan tembakan yang gagal dihalau Yann Sommer.

Pelatih AC Milan Max Allegri mengungkapkan gol tersebut bukanlah kebetulan. Ia mengakui timnya sengaja mengincar celah di sisi pertahanan Inter yang dijaga Luis Henrique.

"Kami sudah menyiapkan situasi itu di sesi latihan. Fofana bermain sangat luar biasa dengan assist-nya. Kemenangan ini sangat penting untuk menjaga mental tim," ujar Allegri yang dikutip dari laman resmi klub pada Senin.

Menariknya, terakhir kali Milan memenangkan dua laga Derby dalam semusim adalah pada 2010-2011.

Saat itu, Milan keluar sebagai juara di bawah asuhan Allegri. Meski begitu, Allegri tetap rendah hati. 

"Inter masih punya keunggulan tujuh poin, mereka tim terkuat dan favorit utama. Fokus kami saat ini adalah mengamankan tiket Liga Champions," tambahnya.

Setiap Kata Cristian Chivu usai Laga Derby

Di sisi lain, Inter Milan harus tampil pincang tanpa kehadiran Marcus Thuram yang terserang flu dan Lautaro Martinez yang dibekap cedera. 

Duet penyerang muda, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny, tampak kesulitan menembus tembok kokoh Milan.

Pelatih Inter Cristian Chivu mengakui timnya bermain di bawah standar, terutama pada babak pertama. 

"Tempo kami terlalu lambat. Kami mencoba segala cara untuk membongkar pertahanan rapat Milan di babak kedua, tapi mereka sangat disiplin dalam serangan balik," ungkap Chivu yang dikutip dari laman resmi klub pada Senin.

“Kita semua seharusnya memiliki intensitas yang lebih tinggi dan bergerak dengan lebih gigih di seluruh lapangan,” tambahnya.

Terkait insiden sundulan Denzel Dumfries yang mengenai lengan Samuele Ricci di kotak penalti, Chivu enggan banyak berkomentar. Ia lebih memilih fokus pada evaluasi tim. 

"VAR sudah memeriksa dan menganggap itu posisi alami. Masih ada 10 pertandingan dan 30 poin yang bisa dikejar. Kekalahan ini tidak mengubah fakta bahwa kami masih memimpin," tegasnya.

Kemenangan ini terasa spesial karena pemilik Milan, Gerry Cardinale, hadir langsung di tribun penonton untuk pertama kalinya dalam 18 bulan. Usai laga, Cardinale dilaporkan masuk ke ruang ganti untuk memberikan selamat secara langsung kepada para pemain atas performa heroik mereka.

Dengan hasil ini, Milan kini mengoleksi 60 poin dari 28 laga, membayangi Inter yang masih kokoh di puncak dengan 67 poin. Persaingan menuju Scudetto pun dipastikan akan semakin panas di 10 pekan tersisa.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: