Tak Ingin Bicara Manis, Prabowo Sadar Dunia Penuh Dinamika Berbahaya

Oleh: Kiswondari
Senin, 09 Maret 2026 | 19:08 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian 218 jembatan di wilayah terdampak bencana Sumatera secara daring, Senin (9/3/2026). (BeritaNasional/YT BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian 218 jembatan di wilayah terdampak bencana Sumatera secara daring, Senin (9/3/2026). (BeritaNasional/YT BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan fakta yang sudah disadari banyak orang bahwa kini, dunia penuh dengan dinamika berbahaya. Perang terjadi di berbagai kawasan di dunia, khususnya di Timur Tengah dan turut berdampak pada Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam peresmian 218 jembatan di wilayah terdampak bencana Sumatera secara daring, Senin (9/3/2026). 

"Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia. Terutama di kawasan Timur Tengah," kata Prabowo dalam sambutannya.

"Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena," sambungnya. 

Kepala Negara menyampaikan, walaupun secara geografis Indonesia berada jauh dari tempat terjadinya perang, tapi bumi itu sesungguhnya sudah menjadi kecil. Sehingga apa yang terjadi suatu kawasan akan mempengaruhi kawasan lain, termasuk Indonesia. 

"Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," ujarnya. 

Namun, menurut Prabowo, bangsa Indonesia sudah dalam posisi yang benar dengan tetap menerapkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif atau nonblok, sehingga Indonesia tidak memihak blok manapun dan menghormati semua negara. 

"Bangsa kita, negara kita, berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia," ungkap Prabowo. 

Prabowo menegaskan, prinsip Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya berlaku di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri, di mana Indonesia menghormati semua bangsa.

"Indonesia menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis, tapi kita bisa rukun," tuturnya. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: