Trump Sebut Putin Siap Bantu Redam Gejolak di Timur Tengah
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan hasil pembicaraan telepon terbarunya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (9/3/2026) waktu setempat.
Trump menyebut percakapan tersebut berlangsung sangat baik dan memberikan sinyal positif terkait penyelesaian krisis di Timur Tengah serta Ukraina.
Dalam konferensi pers yang digelar di Florida, Trump menegaskan Putin menunjukkan sikap kooperatif. Ia meyakini Rusia ingin mengambil peran dalam menstabilkan situasi global yang tengah memanas.
Panggilan telepon ini menjadi komunikasi perdana kedua pemimpin sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Selain membahas eskalasi di Timur Tengah, keduanya juga mendiskusikan konflik Rusia-Ukraina yang kini telah memasuki tahun kelima.
"Kami melakukan pembicaraan yang sangat bagus. Dia (Putin) ingin bersikap sangat konstruktif dan membantu dalam masalah Timur Tengah," ujar Trump kepada media.
Senada dengan Trump, pihak Kremlin melalui ajudan presiden Yuri Ushakov memaparkan dialog selama satu jam tersebut sebagai pembicaraan yang profesional.
Ushakov membeberkan Putin telah menyampaikan sejumlah gagasan untuk mencapai solusi politik dan diplomatik yang cepat.
Gagasan tersebut disusun setelah Putin berkomunikasi dengan para pemimpin negara Teluk serta presiden Iran.
Selain isu perang, kedua pemimpin ini juga menyinggung situasi di Venezuela, terutama dalam kaitannya dengan stabilitas pasar minyak global.
Di sisi lain, Putin kembali memberikan peringatan keras mengenai dampak ketidakstabilan di Timur Tengah.
Menurut dia, kekacauan di wilayah tersebut secara otomatis akan membahayakan pasar energi dunia.
"Upaya untuk menggoyahkan Timur Tengah dipastikan akan memicu lonjakan harga dan membatasi pasokan energi global," tegas Putin dalam pernyataan terpisah.
Langkah komunikasi antara Washington dan Moskow ini diharapkan menjadi titik terang di tengah kekhawatiran dunia akan perang yang meluas di berbagai kawasan.
Sumber: Xinhua News
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 9 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







