Jusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban dan Persatuan Umat

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:01 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan 12 sekaligus Ketua DMI Jusuf Kalla. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Wakil Presiden ke-10 dan 12 sekaligus Ketua DMI Jusuf Kalla. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban umat Islam. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam dan masjid terbanyak di dunia, dengan perkiraan terdapat sekitar 800.000 masjid di seluruh Indonesia.

"Masjid tentu yang pertama adalah tempat beribadah. Kita shalat lima waktu, tarawih, dan berbagai ibadah lainnya. Tetapi fungsi masjid tidak hanya itu, masjid juga menjadi tempat persatuan umat," kata Jusuf Kalla dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Hal ini disampaikan Kalla saat memberikan ceramah tarawih di Masjid Agung Sunda Kelapa, Senin (9/3/2026) malam. Ia pun menyoroti masjid memiliki keunikan karena dapat menjadi tempat berkumpul bagi umat Islam dari berbagai latar belakang organisasi maupun daerah tanpa sekat.

Ia pun mencontohkan di masjid umat Islam dari berbagai organisasi, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dapat beribadah bersama tanpa perbedaan. Selain sebagai tempat ibadah dan persatuan, masjid juga harus menjadi pusat pembentukan peradaban. Ia menjelaskan peradaban berasal dari kata "adab", yang mencerminkan perilaku baik, ilmu pengetahuan, serta keimanan.

"Peradaban itu lahir dari keimanan, ilmu, dan perilaku yang baik. Karena itu masjid harus mendorong umat untuk menuntut ilmu, meningkatkan kemampuan, serta membangun karakter," terangnya.

Politikus dan pebisnis asal Makassar ini menekankan pentingnya peningkatan kemampuan ekonomi umat. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan berusaha, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) yang menjalani masa panjang sebagai pedagang sebelum diangkat menjadi rasul.

"Berusaha dan bekerja keras itu bagian dari sunnah Rasul. Masjid juga harus mendorong umat agar memiliki kemampuan ekonomi yang baik," ujar Jusuf Kalla.

Selain itu, Jusuf Kalla pun mengingatkan kemajuan dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu umat Islam perlu meningkatkan penguasaan ilmu agar tidak tertinggal.

Oleh karena itu, ia berharap masjid dapat menjadi tempat yang mendorong umat untuk bersatu, menuntut ilmu, memperkuat moral, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Masjid harus mendorong jamaah kepada kemajuan, persatuan, ilmu pengetahuan, kerja keras, dan akhlak yang baik. Dengan begitu masjid benar-benar menjadi pusat peradaban umat," tandas Jusuf Kalla.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: