Berburu Malam Lailatul Qadar, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Selama Iktikaf

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 11:20 WIB
Jemaah beribadah di salah satu masjid. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Jemaah beribadah di salah satu masjid. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan, suasana di berbagai masjid mulai tampak lebih hidup. 

Banyak umat Islam memilih untuk menjalankan ibadah iktikaf, yakni berdiam diri di masjid dengan niat murni untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibadah ini bukan sekadar tradisi, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam Hadis Riwayat Muslim.

“Sesungguhnya Nabi saw. selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).

Inti dari iktikaf adalah memutus sejenak hiruk-pikuk kesibukan duniawi untuk berfokus pada spiritualitas. 

Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa seorang mu’takif (orang yang beriktikaf) hendaknya tetap berada di dalam area masjid.

Meski demikian, Islam adalah agama yang memudahkan. Para ulama menjelaskan bahwa seseorang diperbolehkan keluar dari masjid jika menghadapi situasi berikut:

Alasan Syar’i, misalnya keluar untuk melaksanakan salat Jumat jika masjid tempat iktikaf tidak menyelenggarakannya.

Kebutuhan buang air kecil, buang air besar, atau mandi wajib.

Kondisi darurat, misalnya terjadi kerusakan bangunan masjid atau situasi yang membahayakan keselamatan.

Amalan Utama Selama Iktikaf

Selama berdiam diri di masjid, waktu yang tersedia sangat luas untuk meningkatkan kualitas ibadah. Berikut adalah beberapa amalan yang disarankan agar iktikaf lebih bermakna:

Memperbanyak Salat Sunah, mulai salat tahiyatul masjid hingga salat malam (qiyamul lail).

Tadarus Al-Qur’an memanfaatkan ketenangan masjid untuk membaca dan merenungi ayat-ayat suci Al-Qur’an secara lebih intensif.

Dzikir dan Doa menjaga lisan agar terus mengingat Allah dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk memanjatkan doa.

Membaca kitab tafsir, kumpulan hadis, atau buku literatur Islam lainnya untuk memperkaya pemahaman spiritual.

Iktikaf adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk melakukan "detoks spiritual" dari rutinitas harian. Dengan niat yang tulus, sepuluh hari terakhir ini diharapkan menjadi momen transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Sumber: Muhammadiyah.or.idsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: