Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Catat Perkiraan Tanggalnya

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 05 Maret 2026 | 11:55 WIB
Ilustrasi malam lailatul qadar 2026. (Foto/Freepik)
Ilustrasi malam lailatul qadar 2026. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Umat Muslim di seluruh dunia kini mulai bersiap menyambut sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Fokus utama para pemburu keberkahan adalah meraih Lailatul Qadar, malam yang diagungkan dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Terjadi?

Secara astronomis, Lailatul Qadar 2026 diprediksi jatuh pada rentang malam antara tanggal 9–19 Maret 2026. 

Namun, perlu diingat bahwa tanggal pasti malam mulia ini sangat bergantung pada penetapan awal Ramadan 1447 H melalui pengamatan hilal.

Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam diminta untuk mencari malam ini pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan 1447 H, umat Muslim mulai bersiap memperbanyak ibadah demi meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. 

Berdasarkan kalender tahun 2026, terdapat sedikit perbedaan estimasi tanggal antara versi Muhammadiyah dan Pemerintah (Kemenag RI) dalam menetapkan 10 malam terakhir.

Perbedaan ini bermula Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026, sedangkan Pemerintah pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jadwal Malam-Malam Ganjil

Malam ganjil sering menjadi fokus utama bagi masyarakat untuk beritikaf. Berikut adalah perbandingannya:

  • Malam ke-21 Ramadan jatuh pada Senin malam, 9 Maret (Muhammadiyah) atau Selasa malam, 10 Maret (Pemerintah).
  • Malam ke-23 Ramadan jatuh pada Rabu malam, 11 Maret (Muhammadiyah) atau Kamis malam, 12 Maret (Pemerintah).
  • Malam ke-25 Ramadan jatuh pada Jumat malam, 13 Maret (Muhammadiyah) atau Sabtu malam, 14 Maret (Pemerintah).
  • Malam ke-27 Ramadan jatuh pada Minggu malam, 15 Maret (Muhammadiyah) atau Senin malam, 16 Maret (Pemerintah).
  • Malam ke-29 Ramadan jatuh pada Selasa malam, 17 Maret (Muhammadiyah) atau Rabu malam, 18 Maret (Pemerintah).

Daftar Lengkap 10 Malam Terakhir Ramadan 1447 H

  1. Malam ke-21: 9 Maret (Muhammadiyah) / 10 Maret (Pemerintah)
  2. Malam ke-22: 10 Maret (Muhammadiyah) / 11 Maret (Pemerintah)
  3. Malam ke-23: 11 Maret (Muhammadiyah) / 12 Maret (Pemerintah)
  4. Malam ke-24: 12 Maret (Muhammadiyah) / 13 Maret (Pemerintah)
  5. Malam ke-25: 13 Maret (Muhammadiyah) / 14 Maret (Pemerintah)
  6. Malam ke-26: 14 Maret (Muhammadiyah) / 15 Maret (Pemerintah)
  7. Malam ke-27: 15 Maret (Muhammadiyah) / 16 Maret (Pemerintah)
  8. Malam ke-28: 16 Maret (Muhammadiyah) / 17 Maret (Pemerintah)
  9. Malam ke-29: 17 Maret (Muhammadiyah) / 18 Maret (Pemerintah)
  10. Malam ke-30: 18 Maret (Muhammadiyah) / 19 Maret (Pemerintah)

Makna dan Keistimewaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab yang berarti "Malam Kemuliaan" atau "Malam Keputusan". Keistimewaannya begitu besar sehingga diabadikan dalam satu surat khusus, yakni Surah Al-Qadr.

Beberapa poin utama mengapa malam ini begitu dinantikan adalah turunnya Al-Qur'an: Kitab suci umat Islam pertama kali diturunkan dari langit ke bumi pada malam ini. Pahala Berlipat Ganda. Beribadah di malam ini setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun atau seribu bulan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni.

Malaikat Jibril dan para malaikat lainnya turun ke bumi membawa rahmat dan salam kedamaian hingga terbit fajar.

Amalan Utama di Malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memperketat ibadah dan membangunkan keluarganya di sepuluh malam terakhir. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah Itikaf atau berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Bagi Anda yang ingin meraih kemuliaan malam tersebut, berikut adalah beberapa aktivitas yang dapat dilakukan:

Membaca dan Merenungi Al-Qur'an: Menghidupkan kembali momen turunnya wahyu.

Memperbanyak Doa: Doa yang paling dianjurkan oleh Rasulullah adalah: "Allahumma innaka ‘afuwwan tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku).

Shalat Sunnah dan Dzikir: Melaksanakan shalat malam (Tahajud/Witir) dan terus mengingat Allah.

Bersedekah: Memberikan bantuan kepada sesama sebagai bentuk syukur.

Lailatul Qadar bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan momentum spiritual untuk bertobat dan memperbaiki diri. Mari persiapkan diri untuk menjemput malam penuh rahmat ini dengan kesungguhan hati.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: