Contoh Khutbah Jumat Tema Malam Lailatul Qadar
BeritaNasional.com - Selain berburu pahala dan ridha dari Allah SWT sebanyak-banyaknya di bulan suci Ramadhan, umat Muslim juga berlomba-lomba untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Malam dengan segala keistimewaannya yang ditujukan kepada umat pilihan Allah SWT. Tema ini menarik dibawakan pada salat Jumat ketiga di bulan Ramadan ini.
Berikut adalah dua contoh khutbah Jumat bertema malam lailatul qadar yang dirangkum dari NU Online:
1.Keutamaan Malam Lailatul Qadar oleh KH Ahmad Misbah, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama dan utama, marilah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunianya yang senantiasa dilimpahkan kepada kita sehingga hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan ibadah Shalat Jumat di masjid yang mulia ini.
Salawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjungan kita, panutan kita Nabi Besar Muhammad. Semoga kita selalu mencintainya dan selalu bersalawat kepadanya serta kita diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di yaumil qiyamah nanti, amin.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Selaku khotib, kami mengajak kepada jamaah sekalian dan diri kami pribadi, marilah kita selalu berusaha untuk bisa menjalankan semua perintah-perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan kepada kita sekalian sehingga kita tetap berada dalam keimanan dan ketakwaan kepadanya, amin.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah Ramadhan selain disebut sebagai bulan puasa, syahrus shiyam, juga disebut sebagai syahrul Qur’an atau bulan Al-Qur'an karena di bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.
Allah berfirman: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah: 185)
Menurut umat Islam, ayat di atas bukan saja dilihat sebagai sebuah catatan tentang waktu diturunkannya Al-Qur'an, tetapi juga memiliki makna berbeda; yaitu harapan tentang adanya sebuah malam di bulan Ramadhan yang dapat melipatgandakan pahala ibadah seseorang hingga seribu bulan. Malam itu dikenal luas dengan istilah “Lailatul Qadar”.
Harapan untuk mendapatkan Lailatul Qadar ini sangat dirindukan dan diidam-idamkan. Rasulullah sendiri menyeru umat Islam untuk menyongsong malam seribu malam ini dalam sabda beliau.
Rasulullah bersabda, تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
Artinya, “Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)
Lantas apa saja kedahsyatan atau keistimewaan dari Lailatul Qadar? Keistimewaannya sangat besar, di antaranya:
1. Pada Malam Lailatul Qodar Al-Quran Diturunkan
Al-Qur’anul Karim yang merupakan kitab suci umat Islam dan senantiasa dibaca oleh umat Islam, diturunkan Allah untuk yang pertama kali pada malam Lailatul Qodar.
Sebagaimana Firman Allah: اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar." (QS Al-Qadr: 1).
2. Keberkahan Melimpah pada Malam Lailatul Qadar
Pada malam Lailatul Qodar Allah menurunkan keberkahan yang melimpah kepada manusia yang mau mendekat kepadaNya dengan berdoa, berdzikir, shalat, tafakur, meminta ampun, dan sebagainya. Singkat kata, Allah memberikan kebaikan-kebaikan yang banyak kepada mereka yang mendekat dan berharap di malam itu.
Allah ta’ala berfirman, اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ – ٣
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan." (QS Ad-Dukhan: 3).
3. Ibadah Dilipatkan Pahalanya Melebihi Seribu Bulan
Ibadah di malam Lailatul Qodar akan dinilai lebih baik oleh Allah bahkan sampai melebihi seribu bulan nilai kebaikannya. Karenanya beribadah di malam Lailatul Qodar menjadi sangat penting dan berbobot dalam pandangan Allah sehingga banyak diburu dan dilakukan oleh masyarakat Muslim di dunia.
Allah ta’ala berfirman, لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣
"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS al-Qadar: 3).
4. Malaikat Jibril dan Malaikat Lain Turun Mencurahkan Kebaikan dan Keberkahan
Dengan begitu mulianya malam Lailatul Qodar, sampai-sampai Allah mengutus Malaikat Jibril ditemani malaikat-malaikat lain dengan membawa kebaikan, barakah, Rahmat, dan maghfirah untuk diberikan kepada manusia yang mendekat dan berdoa kepadaNya.
Allah ta’ala berfirman, تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤
"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." (QS al-Qodar: 4).
5. Lailatul Qadar Malam Penuh Keselamatan Malam Lailatul Qodar juga Allah memberikan keselamatan kepada manusia yang memomohon keselamatan baik urusan dunia maupun akhirat. Keselamatan dunia menyangkut keselamatan dari gangguan dan keburukan dari makhluk yang jahat. Sedangkan keselamatan akhirat adalah terhindarnya siksa api neraka. Itu semua jika hambanya berdoa di malam Lailatul Qodar. Allah Ta’ala berfirman, سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ – ٥ ’’Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.’’ (QS al-Qadar: 5)
6. Allah Tentukan Taqdir pada Malam Lailatul Qadar
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَاۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَۖ – ٥ فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ – ٤
"Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul." (QS ad-Dukhan: 4-5).
Para ulama menerangkan, pada malam Lailatul Qadar, Allah subhanahu wa ta’ala menentukan takdir seluruh makhluk dalam satu tahun. Ini takdir yang kedua, karena Allah ta’ala telah menentukan takdir segala sesuatu lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan semua makhluk.
Ditulislah yang hidup dan yang mati, yang selamat dan binasa, yang bahagia dan sengsara, yang mulia dan hina. Semua yang Allah kehendaki pada satu tahun ke depan ditulis pada saat Lailatul Qadar ini. (Tafsir Ibnu Jarir 16/480 dan Tafsir ibnu Katsir 4/469)
Demikian khutbah yang singkat ini, semoga kita bangkit dan semangat untuk beribadah, berdoa, dan memohon ampun atas segala dosa dan noda khususnya di 10 hari terakhir Ramadhan. Semoga kita dimudahkan untuk taqarrub secara maksimal dan termasuk golongan orang yang mendapatkan kebaikan dan keberkahan malam Lailatul Qodar, amin.
2. Amalan Malam Lailatur Qadar Ustadz Muhammad Zuhri Tamam, Musyrif Pesantren Darus-Sunnah Jakarta
Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Melalui kesempatan yang mulia ini khatib berwasiat kepada diri khatib dan kepada para jamaah umumnya agar senantiasa meningkatkan kualitas dan kapasitas ketakwaan kita kepada Allah. Takwa dengan benar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Karena tiada bekal hidup terbaik di dunia ini.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 197: وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
Artinya: "Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat." (QS Al-Baqarah: 197)
Kemudian di ayat yang lain pula Allah swt berpesan tiada kemuliaan tertinggi disisi-Nya melainkan takwa kepada-Nya:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu." (QS Al-Hujurat: 13)
Ma’asyiral Muslimin yang berbahagia,
Hari demi hari telah kita lalui dan tak terasa saat ini kita memasuki sepuluh terakhir Bulan Suci Ramadhan. Di dalam bulan mulia ini ada malam lailatul qadar.
Sebagaimana firman Allah: اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْر
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” (QS Al-Qadr: 1)
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ
Artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?.” (QS Al-Qadr: 2)
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadar: 3)
Mengapa lailatul qadar begitu mulia? Mengapa lailatul qadar sangat istimewa? Lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, pedoman hidup umat Muhammad saw dan mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. Malam yang di mana turunnya banyak rahmat dan maghfirah (ampunan allah). Lailatul qadar adalah malam yang memiliki banyak keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan. Bahkan lailatul qadar lebih baik dari seribu malam dalam seribu bulan.
Oleh karena itu, kalau kita bisa ibadah di lailatul qadar, tentu nilai ibadahnya lebih baik dari pada seribu bulan. Dan kalau kita berbuat kebaikan, maka nilai kebaikannya lebih baik pula daripada seribu bulan.
Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Lailatul qadar yang ada di setiap Bulan Ramadhan ini adalah anugerah dan nikmat untuk kita semua umat Nabi Muhammad saw. Sebab lailatul qadar ini merupakan malam khusus yang hanya Allah SWT ciptakan kepada umat Nabi Muhammad saw. Umat Nabi Muhammad saw adalah umat nabi yang usianya lebih pendek dibandingkan umat nabi-nabi sebelumnya seperti umat Nabi Hud, Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan nabi-nabi yang lain yang hidup di dunia sampai beratus-ratus tahun.
Sehingga lailatul qadar adalah momentum untuk menambah pundi-pundi pahala. Seandainya tidak ada lailatul qadar, maka nyaris tidak mungkin bagi kita untuk mendapatkan pahala ibadah sebanyak-banyaknya disebabkan keterbatasan umur kita.
Ma’asyiral Muslimin yang berbahagia,
Berkaitan dengan waktu terjadinya lailatul qadar tidak bisa diprediksi seratus persen ketepatan datangnya. Dirahasiakannya lailatul qadar untuk memotivasi kita agar terus beribadah, mencari rahmat allah dan ridha Allah selama Bulan Ramadhan, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Akan tetapi, Nabi Muhammad saw memberikan tanda-tanda terjadinya malam tersebut di sepuluh hari terakhir pada Ramadhan.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyidah Aisyah, istri beliau:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari Bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)
Lalu dalam hadits yang lain Rasulullah saw memberi isyarat tentang keutamaan ibadah di hari-hari akhir Ramadhan, yang termaktub dalam hadits riwayat Bukhari:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَر
Artinya: “Rasulullah saw bila memasuki 10 hari, yakni 10 hari terakhir dari Bulan Ramadhan: menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya, mengencangkan kain sarungnya yaitu tidak berhubungan badan dengan istri.” (HR Al-Bukhari)
Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Dari ayat dan hadits yang telah dipaparkan, sudah sepatutnya kita sebagai umat Nabi Muhammad memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas amal kebaikan di akhir-akhir Ramadhan ini. Di samping menambah amal kebaikan, kita juga harus menghindari hal-hal yang dilarang Allah.
Setidaknya ada beberapa amalan agar kita dapat meraih pahala di hari-hari akhir Ramadhan khususnya pada lailatul qadar:
1. Mendirikan shalat sunnah dengan istikamah (konsisten) seperti Shalat Sunnah Tarawih, Shalat Tahajud, dan Shalat Witir.
2. Memperbanyak berdzikir dan berdoa kepada Allah swt agar dosa-dosa terhapus dan keinginan terkabul. Allah swt befirman dalam Surat Al-A’raf ayat 205:
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ
Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS Al-A’raf: 205)
3. Amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaan lailatul qadar adalah melakukan iktikaf di masjid. Iktikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat baik tertentu. Iktikaf bisa dilakukan sembari mengkhatamkan Al-Qur’an, beristighfar (memohon ampun kepada Allah), serta bermuhasabah (berintrospeksi) atas kesalahan dan kekurangan yang pernah dilakukan. Rasulullah SAW juga melakukan hal tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyidatina Aisyah:
عَنْ عَائِشَة كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya: ”Dari Aisyah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan iktikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
4. Apabila kita memiliki kelebihan harta, maka bersedekahlah dengan ikhlas. Terutama bersedekah di sepuluh hari Ramadhan, di samping menunaikan kewajiban zakat karena Rasulullah menyampaikan keutamaan waktu sedekah dalam haditsnya:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Anas dikatakan, Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, “Sedekah di Bulan Ramadhan”." (HR At-Tirmidzi).
Semoga kita diberi karunia oleh Allah SWT untuk dapat bertemu dengan lailatul qadar yang mulia dan semoga semua hajat kita akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Sekian rangkuman tentang dua contoh khutbah Jumat tema malam lailatul qadar, semoga artikel ini bermanfaat dan kita semua mendapatkan berkah Ramadan khususnya malam lailatul qadar. Aamiin.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






