PAM Jaya Kembangkan Teknologi Tangkap Air dari Udara untuk Layanan Air Bersih Jakarta

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Maret 2026 | 17:46 WIB
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin (tengah) di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026). (BeritaNasional/Lydia)
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin (tengah) di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026). (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - PT PAM Jaya menyiapkan berbagai inovasi teknologi untuk memperkuat layanan air bersih di Jakarta, mulai dari teknologi penangkap air dari atmosfer, truk penghasil air minum darurat, hingga metode penambalan pipa tanpa membongkar jalan.

Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pengembangan teknologi menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kebutuhan air bersih di Ibu Kota. 

Hal tersebut disampaikan Arief dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk “Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global” di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (11/3/2026).

"Teknologi ini enggak bisa disetop makanya kita nggak boleh keluar dari apa yang namanya Research and Development," kata Arief.

Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah alat yang mampu menangkap kandungan air di udara dan mengolahnya menjadi air minum. 

Arief menjelaskan, alat tersebut bekerja dengan memanfaatkan kandungan air yang terdapat di atmosfer.

"Jadi mereka menangkap titik air di udara. Jadi udara kita kan sebagiannya ada air juga, sehingga itu ditangkap dan diproses," ujar Arief.

Teknologi tersebut rencananya akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub atau Water Station yang akan ditempatkan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. 

Di lokasi tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis.

"Nah itu nanti di Sudirman-Thamrin, ini lagi diproses, mudah-mudahan tahun ini semuanya bisa jalan. Mudah-mudahan di pertengahan tahun ini kami bisa groundbreak," ucap Arief.

Selain instalasi permanen, PAM Jaya juga menyiapkan teknologi serupa dalam bentuk kendaraan mobile yang dapat digunakan saat kondisi darurat, seperti bencana.

"Nanti kami punya truck mobile atmosphere dan yang itu nanti kami taruh di tempat yang memang dalam kondisi emergency, itu bisa langsung menangkap air dan kemudian airnya bisa diminum," jelas Arief.

Di sisi lain, PAM Jaya juga mengembangkan teknologi penambalan pipa dari dalam menggunakan gel khusus untuk menekan kebocoran jaringan tanpa harus membongkar jalan.

"Itu dia kosongin dulu pipa, dia vakumisasi, dan kemudian masuk gel, dia dorong gitu ya, dia pakai ada yang namanya apa, bulat gitu peluru," kata Arief.

"Itu dia langsung ini gel-nya nutup, kemudian direkat sama ininya apa pendorongnya, airnya di belakangnya udah ngikut langsung dan itu langsung kering," tambah dia menandasi.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: