Menhub Imbau Masyarakat Mulai Mudik Lebih Awal Mulai H-8

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 11 Maret 2026 | 17:40 WIB
Calon penumpang memasukkan barang bawaan ke dalam bus di Terminal Kalideres, Jakarta,Kamis (5/3/2026).(Beritanasional.com/ho/Oke Atmaja)
Calon penumpang memasukkan barang bawaan ke dalam bus di Terminal Kalideres, Jakarta,Kamis (5/3/2026).(Beritanasional.com/ho/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk memulai perjalanan mudik lebih awal, yakni sejak H-8 atau 13 Maret 2026. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang memberlakukan work from anywhere (WFA) pada 16 dan 17 Maret.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi penumpukan mobilisasi pemudik menjelang Hari Raya Lebaran.

"Dengan kebijakan WFA pada 16 dan 17 Maret, masyarakat diharapkan dapat mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal sejak H-8, atau pada 13 Maret 2026," ujar Dudy saat rapat kerja membahas persiapan mudik dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada H-3, yaitu Rabu, 18 Maret 2026.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi lonjakan arus balik dengan menerapkan kembali kebijakan WFA pada 25–27 Maret 2026. Dudy berharap kebijakan ini dapat mengurangi penumpukan kendaraan yang biasanya terjadi setelah masa cuti bersama berakhir.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+4 Lebaran, atau Rabu, 25 Maret 2026.

Kementerian Perhubungan juga menyiapkan berbagai sarana transportasi di seluruh moda untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Pemerintah menyiapkan armada sebanyak 31.000 unit bus, 840 kapal laut, 254 kapal penyeberangan, 372 pesawat, serta 3.687 sarana kereta api.

"Seluruh sarana dan prasarana transportasi tersebut kami siapkan untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali," jelas Dudy.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: